BAUBAU — Sebanyak 17 peserta dari empat kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Hapkido yang digelar Hapkido Indonesia Kota Baubau, Sabtu-Minggu pekan ini. Kegiatan ini dirangkaikan dengan seleksi lima atlet untuk Kejurprov Hapkido Sultra di Kendari pada 11 September 2026.
Seleksi atlet berlangsung di Gedung Maidani, Kota Baubau, selama dua hari. Ketua Hapkido Indonesia Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, menyebut kelima atlet siap bertanding di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang akan digelar di Kendari.
Selain menyeleksi lima atlet untuk Kejurprov, kegiatan yang digelar Sabtu hingga Minggu itu juga menjadi ajang Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Seleksi dilakukan untuk mematangkan kemampuan atlet yang diproyeksikan mengikuti berbagai kejuaraan hingga level lebih tinggi.
La Ode Muslimin Hibali menegaskan keikutsertaan lima atlet di Kejurprov bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan juga untuk menambah jam terbang. "Pada tanggal 11 September bulan depan ada Kejuaraan Provinsi di Kendari. Baubau menurunkan lima atlet untuk siap tanding di Kejuaraan Provinsi nantinya," ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, ajang ini menjadi salah satu tahapan penting bagi Hapkido Baubau untuk mengukur kemampuan atlet sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar. Kejurprov sekaligus menjadi evaluasi atas hasil latihan dan seleksi yang telah dijalani.
Ujian Kenaikan Tingkat yang dirangkaikan di Gedung Maidani diikuti sekitar 16-17 peserta. Mereka berasal dari Kota Baubau, Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi atlet Hapkido di wilayah tersebut. Peserta yang dinyatakan lulus akan naik tingkat dan berhak mengikuti kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Hapkido Baubau berharap kelima atlet yang dikirim ke Kendari mampu menunjukkan hasil terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga. Hasil Kejurprov nantinya dijadikan dasar pembinaan atlet untuk agenda olahraga tingkat provinsi berikutnya.