Pertamina Uji Kesiapan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Antisipasi Gangguan Pipa

Penulis: Yasir  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:23:01 WIB
Personel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengikuti simulasi Table Top Simulation (TTS) Business Continuity Management System (BCMS) di AFT Hasanuddin, Makassar.

MAKASSAR — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar berperan penting dalam melayani konektivitas masyarakat Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur. Ketahanan pasokan avtur di bandara ini pun menjadi prioritas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang mengoperasikan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dalam kondisi darurat, perusahaan menggelar simulasi Table Top Simulation (TTS) Business Continuity Management System (BCMS). Skenario yang diuji adalah gangguan pada jalur pipa penerimaan avtur dari Integrated Terminal (IT) Makassar menuju AFT Hasanuddin.

Simulasi Gangguan Pipa Jadi Uji Ketahanan Stok

Dalam latihan ini, tim diuji kemampuannya menjaga keberlangsungan pelayanan saat pasokan utama terhambat. Beberapa aspek yang menjadi fokus adalah kecepatan merespons informasi, pengambilan keputusan, pengelolaan ketahanan stok, hingga koordinasi lintas fungsi.

AFT Hasanuddin juga menguji skema pasokan alternatif dengan menggunakan armada bridger dari IT Makassar. Pengujian mencakup kesiapan fasilitas penerimaan, personel, serta proses pemeriksaan kualitas dan kuantitas avtur.

Manajer AFT: Mempercepat Respons Tim Saat Kondisi Tidak Normal

AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan simulasi ini penting untuk memastikan setiap personel memahami peran dan langkah yang harus diambil ketika menghadapi situasi darurat.

“Kami ingin memastikan ketika terjadi gangguan supply, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah yang harus dilakukan. Mulai dari menerima informasi, menjaga stok, menyiapkan alternatif supply, sampai memastikan produk tetap memenuhi standar kualitas, seluruh proses harus berjalan dengan cepat dan terkoordinasi,” ujar Andreas.

Latihan berkala ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kesiapan prosedur, fasilitas, komunikasi, maupun personel sebelum menghadapi gangguan yang sebenarnya. Hasil evaluasi tersebut nantinya digunakan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional AFT Hasanuddin.

Peran Strategis AFT Hasanuddin untuk Indonesia Timur

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan kesiapsiagaan ini merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan layanan energi bagi sektor penerbangan. Menurutnya, AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan avtur di kawasan Indonesia Timur.

“Bagi pelanggan, kesiapan seperti ini berarti ada sistem yang terus dipersiapkan untuk menjaga layanan tetap berjalan ketika muncul gangguan,” kata Lilik.

Simulasi tersebut melibatkan berbagai fungsi, mulai dari AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, HSSE, Supply and Distribution, DRE, Operation, PFD, Quality Assurance (QA), hingga IT Makassar dan pemangku kepentingan terkait. Rangkaian latihan mencakup penanganan gangguan, eskalasi insiden, pelaksanaan pasokan alternatif, pemantauan operasional, sampai proses pemulihan dan normalisasi pasokan melalui jalur utama.

Hasil simulasi ini akan dievaluasi untuk meningkatkan kesiapan personel, keandalan fasilitas, efektivitas koordinasi, dan ketangguhan sistem pasokan. Dengan begitu, kebutuhan avtur bagi pelanggan penerbangan tetap dapat dilayani secara aman dan andal, sekaligus mendukung kelancaran konektivitas masyarakat di Sulawesi dan kawasan timur Indonesia.

Reporter: Yasir
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top