Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, telah melayani Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 75.466 warganya atau 43,86 persen dari total 172.047 penduduk hingga 31 Agustus 2026. Capaian itu masih di bawah target RPJMN 2026 sebesar 46 persen, sehingga Pemkot memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengejar kekurangan cakupan.
BAUBAU — Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam menyatakan pihaknya terus memperluas cakupan layanan CKG agar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026 sebesar 46 persen bisa terpenuhi. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi dan Advokasi Lintas Sektor Pelaksanaan PKG/CKG Kota Baubau Tahun 2026 di Kendari, Kamis.
“Masalah kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan program CKG sangat ditentukan oleh sejauh mana kita mampu menggerakkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat,” kata Darus Salam.
Pada 2025, Kota Baubau mencatat 79.416 orang atau 48,48 persen dari total 163.793 penduduk terlayani CKG. Angka itu melampaui target RPJMN 2025 yang ditetapkan 36 persen.
Dengan jumlah penduduk yang bertambah menjadi 172.047 orang pada 2026, jumlah absolut warga terlayani hingga akhir Agustus baru mencapai 75.466 orang. Artinya, masih ada sekitar 96.581 warga yang belum menjalani pemeriksaan.
Pemkot Baubau memperkuat kolaborasi yang melibatkan dinas kesehatan, dinas pendidikan, Kementerian Agama, instansi kecamatan, hingga organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi itu difokuskan salah satunya untuk mendongkrak cakupan pemeriksaan kesehatan bagi anak sekolah.
“Untuk memaksimalkan capaian di tahun ini, Pemkot Baubau memperkuat sinergi lintas sektor,” ujar Darus Salam.
Darus Salam menekankan program CKG tidak boleh berhenti pada pendataan atau pemeriksaan formalitas. Hasil pemeriksaan harus menjadi dasar intervensi, edukasi, pengobatan, dan upaya pencegahan berkelanjutan.
“Hasil pemeriksaan harus menjadi dasar untuk melakukan intervensi, edukasi, pengobatan, dan upaya pencegahan secara berkelanjutan. Seluruh perangkat daerah harus mengambil peran agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan melahirkan kesepakatan bersama, pembagian peran kerja, serta rencana aksi terukur di setiap wilayah pelayanan.
Kegiatan itu dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr. Frederich Tangke Allo, Sekretaris Dinas Kesehatan Marfia Tahara, Kabid Kesehatan Masyarakat Djainudin Ishak, jajaran camat, perwakilan OPD, serta para kepala puskesmas se-Kota Baubau.
Dengan sisa waktu hingga akhir 2026, Pemkot Baubau perlu menambah cakupan sekitar 2,14 persen atau setara 3.682 warga agar target RPJMN terpenuhi. Rencana aksi terukur di tiap kecamatan menjadi kunci percepatan tersebut.