BAUBAU — Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghoffar, menyatakan pihaknya menerima laporan mengenai distribusi LPG dari sejumlah daerah di daratan Sulawesi Tenggara ke wilayah kepulauan. Temuan itu menjadi salah satu dasar Ombudsman membuka investigasi atas prakarsa sendiri.
Investigasi ini menyoroti kondisi warga di sejumlah daerah kepulauan yang masih bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Program konversi yang seharusnya menggantikan bahan bakar tersebut belum berjalan di wilayah-wilayah itu.
Abdul Ghoffar menegaskan investigasi diarahkan untuk mengetahui penyebab tidak terselenggaranya program konversi di wilayah kepulauan. Pemeriksaan akan menyasar sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dari sisi tata kelola dan distribusi energi.
"Kami mau melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terkait dengan konversi gas LPG. Kenapa kemudian konversi gas LPG itu di sini belum terselenggara," kata Abdul Ghoffar di Kota Baubau, Rabu, 16 September 2026.
Ombudsman menilai persoalan distribusi menjadi salah satu simpul yang perlu ditelusuri. Pasokan LPG yang semestinya menjangkau kepulauan justru dilaporkan mengalir dari daratan ke wilayah tersebut.
Kegiatan investigasi di Baubau dihadiri sejumlah kepala daerah di Sulawesi Tenggara. Hadir Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Sultra, Mastri Susilo, bersama Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, Bupati Buton Utara Afirudin Mathara, dan Bupati Muna Bachrun Labuta.
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, turut hadir bersama perwakilan pemerintah provinsi dan sejumlah kabupaten di Sultra. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menjadi bagian dari pemeriksaan mendalam yang dilakukan Ombudsman.
Hasil investigasi akan menjadi dasar penyusunan saran perbaikan tata kelola konversi minyak tanah ke LPG. Ombudsman tidak menutup kemungkinan mengeluarkan rekomendasi perbaikan bila diperlukan.
Rekomendasi itu nantinya ditujukan kepada instansi yang berwenang menangani pelaksanaan konversi. Sampai investigasi rampung, Ombudsman belum memerinci pihak mana saja yang akan dimintai keterangan lebih lanjut.
Warga di sejumlah wilayah kepulauan Sultra masih menunggu kepastian kapan program konversi bisa berjalan di daerah mereka. Ketergantungan pada minyak tanah membuat biaya kebutuhan energi rumah tangga tetap tinggi.