Pemkot Kendari Bentuk Kelurahan Siaga TBC, 923 Kasus Tercatat Sepanjang Januari-Juni 2026

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 17 September 2026 | 08:05:32 WIB

Pemerintah Kota Kendari membentuk Kelurahan Siaga TBC untuk menekan penyebaran tuberkulosis di wilayah itu setelah Dinas Kesehatan setempat mencatat 923 kasus sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kelurahan Lalolara menjadi salah satu lokus intervensi dengan sembilan kasus aktif pada periode yang sama. Pemkot menilai penemuan kasus secara aktif di lapangan menjadi kunci memutus mata rantai penularan.

KENDARI — Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Kerja Sama Sudirham menyatakan pembentukan Kelurahan Siaga TBC diambil menyusul temuan Dinas Kesehatan Kota Kendari. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat 923 kasus TBC di wilayah tersebut.

Menurut Sudirham, angka itu menunjukkan penemuan kasus secara aktif di lapangan tidak bisa ditawar lagi. Warga yang menderita TBC tanpa menyadari kondisinya berisiko menularkan ke orang lain di sekitarnya.

Lalolara Jadi Lokus dengan Sembilan Kasus Aktif

Kelurahan Lalolara tercatat memiliki sembilan kasus aktif dalam enam bulan pertama 2026. Jumlah itu membuat Lalolara menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam gerakan Kelurahan Siaga TBC.

Sudirham menegaskan penanggulangan TBC tidak bisa hanya mengandalkan warga yang datang berobat secara mandiri. Pendekatan langsung dan pendampingan hingga pasien sembuh total menjadi syarat agar penularan benar-benar terputus.

"Data ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus secara aktif (tracing) sangat krusial. Kita ingin memastikan tidak ada warga Lalolara yang menderita TBC tanpa menyadari kondisinya, atau bahkan terputus proses pengobatannya," kata Sudirham.

Intervensi: TPT untuk Kontak Erat hingga Pembenahan Ventilasi Rumah

Pemkot Kendari menjalankan sejumlah intervensi untuk memperkuat gerakan ini. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) menyasar kontak erat pasien, disertai edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pembenahan ventilasi dan pencahayaan rumah warga juga masuk dalam daftar intervensi. Dua aspek itu berpengaruh pada sirkulasi udara dan risiko penularan di dalam rumah.

"Untuk memperkuat Gerakan Kelurahan Siaga TBC, Pemkot Kendari menjalankan sejumlah intervensi, mulai dari pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pembenahan ventilasi dan pencahayaan rumah warga," ujarnya.

Layanan Pemeriksaan Gratis dan Pelibatan Lintas Sektor

Lurah Lalolara Chandra Kadiruddin menyambut kolaborasi ini. Ia mengimbau warga tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis yang disediakan pemerintah.

Kegiatan terpadu di tingkat kelurahan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Kendari, UPTD Puskesmas Mokoau, pemerintah kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, ketua RT/RW, hingga kader TBC dan tokoh masyarakat.

"Kegiatan terpadu di tingkat kelurahan ini turut melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Kendari, UPTD Puskesmas Mokoau, pemerintah kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, ketua RT/RW, hingga kader TBC dan tokoh masyarakat," tambahnya.

Target: 923 Kasus Ditangani Optimal, Kasus Baru Dicegah

Melalui perluasan pelacakan dan pembentukan kelurahan siaga, Pemkot Kendari berharap 923 kasus TBC yang tercatat dapat ditangani secara optimal. Pencegahan munculnya kasus penularan baru menjadi target berikutnya.

Penemuan kasus aktif di tingkat RT/RW dan pendampingan berkelanjutan akan menentukan apakah gerakan ini mampu menekan angka penularan di Kendari pada periode berikutnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top