PHKT Optimalkan Sumur Sepinggan V-7, Produksi Tembus 710 BOPD

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:21:31 WIB

SULAWESI TENGGARA — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatat produksi 710 barel minyak per hari (BOPD) dari optimalisasi Sumur Sepinggan V-7, lebih dari dua kali lipat target awal. Capaian ini membuktikan sumur migas tua di Kalimantan masih menyimpan potensi produksi yang belum tergarap. Keberhasilan ini turut memperkuat pasokan energi nasional dari wilayah kerja PHKT.

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil membangkitkan kembali produksi dari Sumur Sepinggan V-7. Sumur yang sudah beroperasi puluhan tahun itu kini mengalirkan 710 barel minyak per hari (BOPD), jauh melampaui target yang ditetapkan. Selain minyak, sumur tersebut juga memproduksi gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), lebih tinggi dari target awal 0,5 MMSCFD.

General Manager Zona 10 PHKT Darmapala menjelaskan, keberhasilan ini diraih melalui strategi optimalisasi sumur existing. Timnya membuka kembali akses menuju zona potensial Sumur Sepinggan V-7 yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal.

"Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature," ujar Darmapala dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9).

Mengapa Sumur Tua Ini Masih Menyimpan Potensi

Pekerjaan optimalisasi dimulai dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, PHKT melanjutkan dengan workover dan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai berpotensi.

Hasilnya terlihat dari pengujian produksi pada 1 September 2026. Sumur V-7 mencatatkan produksi migas yang melampaui perkiraan awal. Menurut Darmapala, setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi.

"Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT," tambahnya.

Respons SKK Migas dan Dampak ke Ketahanan Energi

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menyambut baik capaian PHKT. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan masih ada peluang meningkatkan produksi melalui optimalisasi aset-aset yang sudah ada.

"Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target," tandas Haryanto.

Haryanto menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kemampuan PHKT melihat potensi yang ada dan melakukan pekerjaan dengan tepat. Ia berharap capaian ini memotivasi PHKT untuk terus mencari peluang peningkatan produksi dari aset existing, khususnya di wilayah Kalimantan.

"Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional," ujar Haryanto.

Langkah PHKT Selanjutnya

Keberhasilan Sumur V-7 memperlihatkan bagaimana pemanfaatan teknologi, keahlian teknis, dan kolaborasi lintas fungsi dapat membuka kembali potensi produksi dari sumur yang sebelumnya belum termanfaatkan. PHKT terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi migas.

Langkah ini sejalan dengan komitmen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha, yang menargetkan kontribusi berkelanjutan terhadap ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia. Bagi PHKT, optimalisasi sumur mature menjadi kunci menjaga produksi di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas yang sudah berusia puluhan tahun.

Reporter: Sutomo
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top