SULAWESI TENGGARA — Borneo FC mengalahkan Bali United 0-1 lewat penalti Juan Villa pada menit ke-54 di Stadion Segiri, Samarinda. Kekalahan ini menghentikan laju dua kemenangan beruntun Bali United di pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.
Satu-satunya gol tercipta dari titik putih. Juan Villa mengeksekusi penalti pada menit ke-54, memanfaatkan kesalahan lini belakang Bali United di babak kedua.
Gol itu lahir setelah tempo permainan Bali United dinilai terlalu lambat. Pelatih Johnny Jansen mengakui timnya kehilangan momentum di paruh kedua.
Kekerasan mewarnai pertandingan sejak babak pertama. Pada menit ke-35, Rifad Marasabessy (Borneo FC) dan Rahmat Arjuna (Bali United) diusir menyusul perselisihan antar pemain.
Bali United kembali kehilangan pemain pada menit ke-70. Gelandang Tim Receveur diganjar kartu merah karena pelanggaran, memaksa tim bermain dengan sepuluh orang.
Kartu merah untuk Tim Receveur menjadi sorotan utama pelatih Bali United. Ia mempertanyakan keputusan wasit, namun menegaskan tidak akan menjadikannya dalih kekalahan.
"Saat kartu merah kedua, saya tidak melihat situasi di lapangan dengan jelas. Menurut saya, itu bukan pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah. Hal tersebut jelas menyulitkan permainan kami di lapangan," ujar Johnny.
"Tapi, yang terpenting, saya tidak ingin menyalahkan wasit atas kartu merah tersebut. Sekarang fokus kami adalah bermain lebih baik lagi," tambahnya.
Di luar insiden kartu merah, Jansen menilai performa tim belum menyentuh standar yang diharapkan. Ia menyoroti tempo permainan yang lambat dan mengakui kesalahan pada babak kedua membuka jalan bagi gol Borneo FC.
"Kami sangat kecewa hari ini karena tidak bermain dengan baik. Bisa dilihat di lapangan, tempo permainan kami terlalu lambat. Padahal kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik," ungkap Johnny.
"Di babak kedua, kami melakukan kesalahan hingga mereka mencetak gol. Ke depannya, kami harus tampil lebih baik lagi. Itulah alasan saya sangat kecewa dengan tim kami dan juga dengan diri saya sendiri," tuturnya.
Bek kiri Bali United, Tim Geypens, mengakui pertandingan di Samarinda berjalan berat. Ia menilai tim melakukan kesalahan mendasar yang seharusnya dapat dihindari.
"Pertandingan kali ini sangat sulit. Kami melakukan beberapa kesalahan mendasar, termasuk saya sendiri yang juga melakukan kesalahan. Di pertandingan seperti ini, kesalahan seperti itu tidak boleh terjadi," ujar Geypens.
"Kami sudah berjuang keras, tetapi kualitas permainan kami masih ada di bawah dan perlu ditingkatkan lagi," ucap Geypens.
Kekalahan ini menghentikan laju dua kemenangan beruntun Bali United. Tim asuhan Johnny Jansen harus segera bangkit jika tidak ingin tertinggal dari persaingan papan atas BRI Super League musim ini.