BAUBAU — Bantuan alsintan di Buton Selatan mencakup traktor tangan dan traktor roda empat yang diserahkan langsung ke kelompok tani penerima. Penyerahan simbolis dilakukan di hadapan Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, Kepala Dinas Pertanian, camat, penyuluh pertanian, serta ketua dan anggota kelompok tani.
Jaelani menyebut ketersediaan alsintan menjadi kunci mempercepat pengolahan lahan. Dengan alat itu, biaya produksi petani diharapkan turun dan hasil panen naik.
Pemanfaatan teknologi pertanian disebut sebagai langkah penting untuk mengoptimalkan potensi pertanian di Busel. Selama ini pengolahan lahan masih banyak mengandalkan tenaga manual sehingga waktu olah dan biaya produksi membengkak.
"Kami di Komisi IV DPR RI terus berkomitmen memastikan bantuan dari Kementerian Pertanian tepat sasaran. Dengan adanya Alsintan ini, kita berharap produktivitas hasil pertanian para petani di Busel bisa meningkat drastis, sehingga mampu menopang ketahanan pangan daerah," ujar Jaelani saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Perwakilan kelompok tani menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Bantuan dinilai menunjang kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
Di Kota Baubau, Jaelani menyalurkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Wolio Snack. Peralatan yang diberikan antara lain chest freezer, meja berbahan stainless steel, panci pengukusan, mesin pemotong ikan, timbangan digital, wajan, serta sejumlah perlengkapan pendukung.
Menurut Jaelani, penguatan sektor pengolahan penting agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Produk olahan dinilai mampu mendongkrak nilai ekonomi hasil laut.
"Selama ini nelayan kita sering terkendala saat pasokan melimpah, harga turun dan hasil olahan kurang maksimal. Lewat bantuan alat pengolahan ini, para ibu-ibu dan kelompok pengolah perikanan di Baubau bisa menghasilkan produk turunan berkualitas tinggi, berdaya saing di pasar lokal, bahkan hingga luar daerah," jelasnya.
Kegiatan di Baubau dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, ketua dan anggota kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta komunitas setempat.
Penyaluran bantuan dibagi ke dua sektor: pertanian di Busel dan perikanan di Baubau. Untuk kelompok perikanan, bantuan diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Sebagai anggota Komisi IV yang bermitra dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jaelani menegaskan komitmennya mengawal program pemerintah agar manfaatnya dirasakan masyarakat Sulawesi Tenggara.
"Bantuan ini adalah amanah. Saya minta tolong dirawat bersama, dikelola secara transparan di dalam kelompok, sehingga dampaknya benar-benar terasa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga petani dan nelayan kita," pungkasnya.
Penerima bantuan diminta merawat peralatan dan mengelolanya secara transparan di tingkat kelompok. Dampak yang dibidik bukan hanya produksi jangka pendek, tetapi peningkatan pendapatan keluarga petani dan nelayan di Busel maupun Baubau.