SULAWESI TENGGARA — Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, menjadi ajang bagi startup Indonesia memperluas jaringan bisnis dan menjajaki kolaborasi industri. Rangkaian acara sepekan itu membahas keamanan siber, aset kripto, hingga pengembangan AI, dengan AI Capital memperkenalkan platform KORIKA Claw.
Product Development Manager PT Artificial Intelligence Capital (AI Capital), Ari Suryadi, menilai forum teknologi seperti Bali Tech Week membuka ruang bagi perusahaan rintisan untuk memperkenalkan produk dan solusi digital kepada calon mitra maupun pengguna. Penyelenggaraan acara di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, itu berlangsung selama sepekan.
Topik yang Dibahas di Bali Tech Week 2026
Rangkaian kegiatan menghadirkan beragam pembahasan teknologi, mulai dari keamanan siber (cybersecurity), aset kripto, hingga pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Keberagaman topik tersebut memberi kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas wawasan, mengetahui perkembangan teknologi terkini, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan pelaku industri lainnya.
Menurut Ari, penyelenggaraan Bali Tech Week menjadi wadah strategis bagi perusahaan teknologi untuk menjalin kerja sama sekaligus memperoleh informasi mengenai perkembangan industri digital.
"Acara Bali Tech Week ini saya rasa sudah cukup bagus karena membuka peluang bagi startup di Indonesia. Selain itu, kami juga mendapatkan informasi terbaru dari perusahaan-perusahaan AI tentang perkembangan teknologi saat ini," ujar Ari saat ditemui dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, Rabu (21/10/2026).
KORIKA Claw, Platform Agen AI Buatan Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Ari menjelaskan keterlibatan AI Capital dalam mendukung pengembangan KORIKA Claw, platform berbasis AI yang dirancang untuk membantu perusahaan membuat agen AI sesuai kebutuhan operasional dan bisnis. Platform itu dikembangkan sebagai sarana bagi perusahaan maupun pengguna untuk membangun agen AI yang membantu berbagai aktivitas usaha.
"KORIKA saat ini sedang membuat proyek aplikasi bernama KORIKA Claw untuk membuat agen-agen AI. Sebagai AI Capital, kami berkontribusi dengan KORIKA untuk mendukung pengembangan tokennya," jelas Ari.
Platform tersebut dirancang agar pengguna dapat memilih berbagai model AI untuk membangun agen sesuai kebutuhan masing-masing. Perusahaan diharapkan dapat memanfaatkan agen AI untuk mendukung pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional.
"Dari perusahaan bisa membuat agen di aplikasi KORIKA Claw. Nantinya, agen itu dapat mendukung usaha ataupun bisnis dari masing-masing pengguna," ujarnya.
Ari menyebut salah satu pembeda yang ingin dihadirkan lewat KORIKA Claw adalah kemampuan membangun agen AI menggunakan berbagai pilihan model dalam satu platform.
Soal Infrastruktur AI dan Data di Dalam Negeri
Ari menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur AI dan pengelolaan data di Indonesia. Penggunaan layanan komputasi awan (cloud computing) dari luar negeri masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan ekosistem AI nasional.
Karena itu, pengembangan platform AI berbasis infrastruktur dalam negeri diharapkan menjadi alternatif bagi perusahaan yang membutuhkan dukungan teknologi dengan memperhatikan aspek pengelolaan data.
"Kalau mau membuat agen AI, rata-rata menggunakan cloud dari luar. Datanya juga ikut keluar. Nah, ini kami buat di Indonesia," kata Ari.
AI Capital turut mendukung pengembangan teknologi dan mekanisme token yang berkaitan dengan penggunaan layanan KORIKA Claw. Ari berharap inovasi tersebut memperluas pilihan teknologi bagi perusahaan Indonesia sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem AI nasional.
Dampak bagi Industri Teknologi Nasional
Kegiatan itu diharapkan mampu mendorong pengembangan industri teknologi nasional agar semakin kompetitif di tengah pesatnya inovasi global. Ari berharap penyelenggaraan Bali Tech Week memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan teknologi Indonesia, terutama dalam pengembangan dan pemanfaatan AI.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, forum sejenis menjadi titik temu antara startup tahap awal dan perusahaan yang tengah membangun infrastruktur AI lokal. Pilihan model AI yang beragam dalam satu platform, ditambah pengelolaan data di dalam negeri, menjadi nilai jual yang perlu dibuktikan lewat uji coba operasional.