Pencarian

KUR BRI Dorong Produksi Comring Garut, 12 Warga Serap Penghasilan

Kamis, 22 Oktober 2026 • 11:49:01 WIB
KUR BRI Dorong Produksi Comring Garut, 12 Warga Serap Penghasilan
Pekerja mengolah singkong menjadi comring di PD Comring Sawargi, Kabupaten Garut.

SULAWESI TENGGARA — PD Comring Sawargi di Kabupaten Garut menambah 12 tenaga kerja dan meningkatkan produksi camilan singkong setelah mendapat kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dukungan modal itu dipakai memperluas pasar dan menjaga pasokan bahan baku saat harga singkong naik. Riset BRI Research Institute 2025 mencatat 66,2 persen debitur KUR mengalami kenaikan omzet usaha.

Garut, Jawa Barat — Usaha camilan singkong PD Comring Sawargi mengolah singkong dari Kampung Bedeng Sawah, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, menjadi comring dan aneka keripik sejak 2004. Ari, pengelola usaha tersebut, menyebut bahan baku singkong yang melimpah di sekitar kampung menjadi alasan utama usaha ini berdiri.

Selain comring, pabrik memproduksi keripik pisang, keripik ubi ungu, dan keripik pangsit kedelai. Produk didistribusikan lewat toko dan jaringan reseller. "Usaha ini berangkat dari banyaknya singkong di daerah kami yang dapat diolah menjadi makanan ringan yang lebih bervariasi, salah satunya comring," ujar Ari.

Modal KUR untuk Tambah Kapasitas Produksi

Ari memakai KUR BRI sebagai tambahan modal kerja. Dana itu dipakai untuk menaikkan kemampuan produksi, memperluas jangkauan pemasaran, dan menambah jumlah warga yang terlibat di proses produksi.

Saat ini 12 warga bekerja di berbagai tahap produksi, mulai dari mengupas dan memarut singkong, mengolah menjadi comring, hingga mengemas produk siap jual. Jam kerja dibuat fleksibel agar mereka tetap bisa menjalankan tanggung jawab rumah tangga.

"Usaha comring ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel sehingga tidak mengganggu tanggung jawab di rumah," kata Ari.

Pasokan Singkong Menjadi Kendala Saat Kemarau

Ketersediaan bahan baku jadi tantangan tersendiri. Ketika musim kemarau tiba dan pasokan dari petani sekitar menyusut, harga singkong ikut melonjak. Ari mengatasinya dengan mendatangkan singkong dari luar daerah supaya produksi tidak berhenti.

Tambahan modal dari KUR disebut membantu menjaga kelangsungan usaha di tengah fluktuasi harga bahan baku. "Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran," ujar Ari.

Riset BRI: 66,2 Persen Debitur KUR Naik Omzet

Pengalaman PD Comring Sawargi sejalan dengan temuan BRI Research Institute dalam "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM" 2025. Survei terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI itu menunjukkan 66,2 persen debitur mencatat kenaikan omzet usaha.

Rinciannya, 45,9 persen responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5 persen hingga 15 persen. Hasil survei juga menandakan aktivitas usaha pelaku UMKM terus membaik seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyebut penyaluran KUR sebagai wujud komitmen perseroan mendukung Asta Cita, khususnya penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. "Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar," ujarnya.

Bagi Ari, dampak usaha ini tidak berhenti di buku keuangan. Produksi yang naik berarti penghasilan keluarga pekerja ikut bertambah, sementara singkong yang melimpah di Banjarwangi menemukan jalur pasar yang lebih panjang. Skala usahanya memang kecil, tetapi polanya menggambarkan fungsi KUR di tingkat akar rumput: modal kerja yang menggerakkan produksi, lalu menyerap tenaga kerja di sekitarnya.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks