SULAWESI TENGGARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 16 poin atau 0,25% ke level 5.404 pada perdagangan pagi Jumat (23/10/2026), setelah sempat melemah ke 5.375. Penguatan harian itu tidak menutupi kinerja buruk indeks yang masih melemah 37,87% sejak awal tahun. Nilai transaksi pagi ini tercatat Rp 829,9 miliar dengan 2,77 miliar lembar saham berpindah tangan.
Data RTI menunjukkan IHSG dibuka di level 5.397 dan bergerak dalam rentang 5.366 hingga 5.410 sepanjang sesi pagi. Dari 700 saham yang diperdagangkan, 245 saham menguat, 225 saham melemah, dan 230 saham stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 117.295 kali.
Kenaikan 0,25% hari ini hanya sebagian kecil dari pelemahan yang terjadi di periode lebih panjang. IHSG masih melemah 13,93% secara bulanan dan 15,19% dalam tiga bulan terakhir.
Tekanan makin terlihat pada horizon lebih panjang. Dalam enam bulan, indeks turun 28,37%, sementara sepanjang 2026 pelemahan mencapai 37,87%. Angka itu menempatkan IHSG di antara bursa dengan kinerja terburuk di kawasan.
IHSG sempat masuk zona merah ke level 5.375 sebelum berbalik ke zona hijau. Level terendah sesi pagi tercatat 5.366, sementara tertinggi menyentuh 5.410.
Nilai transaksi Rp 829,9 miliar terbilang tipis untuk ukuran bursa Indonesia. Volume 2,77 miliar lembar saham dengan frekuensi 117.295 kali mengindikasikan partisipasi pelaku pasar masih terbatas.
Pelemahan 37,87% sepanjang 2026 mencerminkan tekanan yang belum surut sejak awal tahun. Angka ini jauh melampaui koreksi wajar dan menunjukkan sentimen investor yang masih rapuh.
Bagi investor, penguatan harian seperti ini perlu dibaca hati-hati. Tanpa lonjakan volume dan nilai transaksi yang signifikan, rebound berpotensi bersifat teknis dan mudah berbalik arah.
Pelaku pasar menantikan katalis baru, baik dari sisi kebijakan domestik maupun arus dana asing, untuk memastikan apakah penguatan ini berlanjut ke sesi berikutnya atau hanya jeda sementara di tengah tren penurunan.