Pencarian

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,7 di Nagekeo, Warga Diminta Tetap Waspada

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 09:11:31 WIB
BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,7 di Nagekeo, Warga Diminta Tetap Waspada
Warga mengamati kondisi pantai pascagempa berkekuatan M7,7 di Nagekeo, NTT, setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami.

SULAWESI TENGGARA — Keputusan pencabutan status disampaikan langsung oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, melalui keterangan resmi yang diterima ANTARA di Jakarta. Pihaknya memastikan sistem peringatan dini tsunami Indonesia (INA-TEWS) tidak lagi mendeteksi potensi ancaman gelombang lanjutan.

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa kekuatan 7,7 hari ini pukul 04.58 WIB dinyatakan telah berakhir," ujar Wijayanto.

Kendati status telah dicabut, BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan dan memperbarui informasi apabila terjadi aktivitas seismik susulan yang signifikan. "Demikian informasi terakhir disampaikan oleh sistem peringatan dini tsunami Indonesia, kecuali ada informasi baru," tambahnya.

Waspada Sempat Berlaku di Ngada Utara, Gempa Susulan Masih Terjadi

Sebelum pencabutan, BMKG sempat menetapkan status peringatan dini tsunami level 1 atau waspada untuk wilayah Ngada bagian utara. Peringatan ini dikeluarkan setelah pembacaan awal magnitudo gempa tercatat M7,0 sebelum akhirnya dimutakhirkan menjadi M7,7.

Getaran utama terasa kuat hingga ke seluruh Pulau Flores, serta sebagian wilayah Pulau Sumba, Adonara, dan Solor. Data BMKG mencatat hingga pukul 07.02 WITA, gempa susulan masih terus berlangsung dengan kekuatan yang bervariasi.

Mengapa Status Dicabut Cepat dan Apa yang Harus Dilakukan Warga?

Pencabutan status peringatan dini tsunami oleh BMKG umumnya dilakukan setelah evaluasi data tide gauge atau alat pengukur pasang surut air laut menunjukkan tidak terjadi anomali kenaikan muka air yang membahayakan. Meski begitu, potensi bahaya ikutan seperti tanah longsor di tebing pantai atau bangunan rapuh tetap menjadi perhatian.

Masyarakat di pesisir NTT, khususnya yang berada di zona yang sempat berstatus waspada, diimbau untuk tetap menjauhi area bibir pantai sementara waktu dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya. BMKG mengingatkan agar warga hanya merujuk pada kanal resmi untuk mendapatkan arahan lebih lanjut pascagempa berkekuatan besar ini.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks