SULAWESI TENGGARA — Api pertama kali terlihat dari bagian belakang bus bernomor polisi S 7856 US tersebut. Sopir, Anasrudin, menyatakan dirinya melihat kepulan asap putih dari area mesin sebelum kobaran api membesar dan disertai beberapa kali ledakan dari dalam kendaraan.
"Awalnya dari mesin belakang keluar asap putih. Diduga konsleting listrik," ujar Anasrudin, Sabtu (22/8/2026).
Dampak Ganda: Jaringan Listrik dan Lalu Lintas Terdampak
Peristiwa ini menyebabkan gangguan signifikan di luar kendaraan itu sendiri. Kobaran api yang sulit dikendalikan turut membakar kabel optik dan jaringan PLN di sekitar lokasi, mengakibatkan sejumlah kabel listrik terputus. Akibatnya, arus lalu lintas di ruas jalan utama penghubung dua kota besar tersebut mengalami kelumpuhan total selama proses pemadaman dan evakuasi berlangsung.
Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah penumpang yang berada di dalam bus saat kejadian. Pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian material, termasuk kerusakan infrastruktur milik PLN dan operator telekomunikasi.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penanganan
Berdasarkan keterangan sopir, kejadian bermula ketika bus melaju di kawasan Desa Tiron. Anasrudin mengaku sempat menepikan kendaraannya setelah menyadari adanya asap putih yang keluar dari mesin belakang. Namun, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh badan bus.
Beberapa kali ledakan terdengar dari dalam kendaraan, kemungkinan besar berasal dari ban dan komponen kendaraan yang meleleh terkena suhu tinggi. Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Madiun diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Proses pendinginan dan evakuasi badan bus yang sudah menjadi kerangka memakan waktu cukup lama, sehingga sempat terjadi antrean panjang kendaraan di kedua arah.
Penyebab Diduga Korsleting dan Imbauan Keselamatan
Meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari bagian belakang bus, penyelidikan resmi masih dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polres Madiun. Pihak berwenang akan memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada faktor kelalaian lain.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan umum, terutama untuk bus dengan rute antar kota antar provinsi (AKAP). Pengecekan sistem kelistrikan dan mesin sebelum perjalanan menjadi langkah krusial untuk mencegah risiko kebakaran di jalan raya. Juru bicara PO Bus Eka belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian ini.