SULAWESI TENGGARA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian dan kebijakan pemerintahannya dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, ia menyebut telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan pemerintahan, termasuk kebijakan besar di sektor pangan, energi, hingga pemberantasan tambang ilegal.
Salah satu agenda yang paling menonjol adalah restrukturisasi BUMN. Pemerintah mengidentifikasi sekitar 1.074 perusahaan pelat merah, termasuk struktur anak, cucu, dan cicit perusahaan. Dari jumlah tersebut, 290 BUMN telah ditutup dan lebih dari 750 perusahaan ditargetkan untuk dirampingkan atau dihapus.
Pangan: Target Swasembada Tercapai Lebih Cepat
Pemerintah mengklaim target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan empat tahun, kini tercapai lebih cepat. Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Sementara itu, swasembada bawang putih ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Adapun daging sapi dan kerbau masih menjadi pekerjaan rumah yang berlanjut.
Di sektor pertanian, harga pupuk turun 20 persen seiring meningkatnya ketersediaan. Kebijakan ini ikut mendorong produksi, dan keuntungan PT Pupuk Indonesia dilaporkan melonjak 252,8 persen.
Energi: B50 dan Penghematan Devisa Rp 170 Triliun
Pemerintah mulai menjalankan kebijakan swasembada energi lewat penggunaan B50, bahan bakar diesel berbasis kelapa sawit. Mulai 1 Juli 2026, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar.
Penghematan devisa diperkirakan mencapai Rp170 triliun atau sekitar US$9,5 miliar.
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Target 6 Persen di Akhir Tahun
Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026, investasi sudah menembus sekitar Rp1.010 triliun dengan tambahan 1,4 juta lapangan kerja.
Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen, dan semester I mencapai 5,45 persen. Prabowo menargetkan pertumbuhan mendekati 6 persen pada akhir tahun, namun menegaskan bahwa investasi bukan tujuan akhir—harus berujung pada lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat.
Ia juga menyoroti birokrasi yang masih berbelit-belit. Penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok harus diberantas.
Kampung Nelayan dan Armada Perikanan Modern
Di sektor kelautan, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi pelabuhan, tempat pelelangan ikan, cold storage, bengkel, hingga perumahan. Sebanyak 100 kampung telah berdiri, dan targetnya 1.386 kampung berfungsi penuh hingga akhir Desember 2026.
Pemerintah juga menyoroti penggunaan sumber daya laut oleh kapal asing tanpa izin. Sebanyak 1.582 kapal ikan modern ditargetkan dibangun pada 2027 untuk memperkuat armada nasional.
Koperasi Merah Putih Jadi Saluran Subsidi
Sekitar 10.000 Koperasi Merah Putih telah didirikan, dan 3.300 di antaranya beroperasi optimal. Target akhir 2026 adalah 30.000 koperasi berdiri dan berjalan baik.
Koperasi ini akan menjadi bagian dari rantai pasok dan mencegah manipulasi pasar. Pemerintah juga berencana menyalurkan barang subsidi lewat koperasi, dengan catatan barang subsidi adalah uang rakyat dan tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas untuk mencari untung.
Restrukturisasi BUMN menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius merampingkan sektor usaha negara. Prinsipnya, perusahaan yang sehat dan strategis dipertahankan, sementara yang bermasalah ditutup atau digabung.