KENDARI — Duka mendalam menyelimuti civitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO) setelah salah satu mahasiswanya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Konawe. Abdul Fatir (23), mahasiswa Program Studi S1 Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (RIL) angkatan 2023, mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang ditumpanginya terlibat benturan dengan mobil Mitsubishi Pajero.
Insiden nahas tersebut terjadi di Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, saat keduanya dalam perjalanan pulang ke Kendari. Fatir berboncengan dengan Herlyn (21), mahasiswi FKIP Jurusan Pendidikan Kimia, yang kini masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami patah tulang pada paha kanan.
Kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Fatir melaju dari arah Unaaha menuju Kendari. Di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan mobil Mitsubishi Pajero hingga menyebabkan Fatir meninggal dunia di tempat.
Evaluasi Mobilitas Peserta KKN
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia menyebut kejadian ini menjadi catatan penting bagi universitas untuk mengevaluasi pelaksanaan KKN, khususnya terkait transportasi mahasiswa.
"Atas nama Civitas Academica Universitas Halu Oleo, turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam karena Ananda Fatir baru saja menyelesaikan KKN," kata Khairul kepada awak media.
Menurutnya, pihak universitas akan membicarakan aspek keselamatan mahasiswa bersama pemerintah daerah. Hal ini dinilai krusial agar program pengabdian masyarakat tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjamin keamanan para pesertanya.
"Ini menjadi catatan bagi pihak universitas ke depannya untuk lebih baik dalam mengelola pelaksanaan KKN, termasuk mobilitas, misalnya pulang pergi mahasiswa. Kita akan bicarakan dengan pemerintah daerah agar hal seperti ini tidak terulang kembali," jelasnya.
Kampus Sudah Imbau Gunakan Kendaraan Umum
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., mengungkapkan bahwa universitas sebenarnya telah menerbitkan imbauan agar mahasiswa menggunakan transportasi umum saat berangkat dan pulang dari lokasi KKN. Namun, imbauan tersebut kerap tidak diindahkan karena sebagian mahasiswa memilih membawa kendaraan pribadi.
"Kami sebenarnya sudah menekankan transportasi pergi dan pulang itu memang harus melalui kendaraan umum. Tapi memang kadang-kadang agak sulit ketika mahasiswa ingin membawa kendaraan sendiri," ungkap Herman.
Herman menambahkan, seluruh peserta KKN telah diasuransikan. Pihak universitas juga akan berupaya memberikan santunan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan sebagai bentuk perhatian dari kampus.
"Semua peserta KKN kita asuransikan. Terlepas dari asuransi itu, kami juga berupaya untuk memberikan santunan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan," pungkasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa UHO yang tengah melakukan perjalanan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan di jalan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.