KENDARI — Pembentukan satgas khusus ini dinilai menjadi pijakan penting untuk menyinergikan peran seluruh instansi teknis dan pemangku kepentingan di lingkungan Pemkab Kolaka Utara. Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara Muhammad Idrus menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar distribusi dan pengelolaan program MBG di lapangan berjalan efektif.
"Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan sinergi seluruh pihak tanpa terkecuali. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar seluruh rangkaian pelaksanaannya dapat berjalan secara terarah, transparan, dan tepat sasaran," kata Muhammad Idrus saat dihubungi di Kendari, Rabu.
Indikator Keberhasilan Tidak Hanya Soal Stok Makanan
Muhammad Idrus menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak semata-mata diukur dari ketersediaan stok makanan bagi masyarakat. Ada sejumlah aspek lain yang jauh lebih krusial dan menjadi perhatian utama Satgas, mulai dari kepastian kualitas bahan baku hingga standar keamanan pangan.
Selain itu, kelancaran rantai distribusi hingga ke pelosok desa menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi. Validasi data penerima manfaat yang akurat juga dinilai penting agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak, serta pengawasan berkala di setiap tingkatan harus dijalankan dengan ketat.
Target Utama: Dampak Nyata bagi Kesehatan Warga
"Yang paling utama adalah bagaimana program prioritas ini benar-benar memberikan dampak langsung dan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga. Setiap unsur yang tergabung dalam Satgas harus menjalankan fungsi operasional dan fungsi pengawasannya dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Melalui sinergi erat antar perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas MBG, Pemkab Kolaka Utara optimistis pemenuhan gizi masyarakat dapat terwujud secara efisien dan berkelanjutan. Program ini diharapkan memberikan perlindungan gizi maksimal, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan penerima manfaat di wilayah tersebut.