Pencarian

Wisata Bungkutoko dan Mangrove Kebi di Kendari Sepi, Pedagang dan Tukang Ojek Keluhkan Penurunan Pengunjung

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:39:32 WIB
Wisata Bungkutoko dan Mangrove Kebi di Kendari Sepi, Pedagang dan Tukang Ojek Keluhkan Penurunan Pengunjung
Suasana kawasan wisata Bungkutoko di Kendari tampak lengang pada Jumat (21/8/2026), dengan fasilitas tempat duduk kosong dan sampah berserakan di sejumlah titik.

Kawasan wisata Bungkutoko dan Mangrove Kebi di Kota Kendari yang selama ini menjadi primadona warga untuk bersantai sore hari mulai sepi pengunjung. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan pedagang dan tukang ojek yang menggantungkan hidup di lokasi tersebut.

KENDARI — Aktivitas di dua kawasan wisata andalan Kota Kendari, Bungkutoko dan Mangrove Kebi, mengalami penurunan pengunjung yang signifikan. Padahal, kedua lokasi ini sebelumnya dikenal ramai dikunjungi warga setiap sore hari untuk sekadar duduk-duduk atau bermain bersama anak.

Pantauan Jumat (21/8/2026) menunjukkan suasana berbeda di kawasan Bungkutoko. Area yang dulu dipadati warga kini tampak lengang. Sampah berserakan di sejumlah titik, sementara fasilitas tempat duduk yang biasa menjadi lokasi bersantai mulai kosong. Lapak pedagang yang biasanya buka hingga malam hari pun hanya tersisa satu atau dua yang beroperasi.

Sepinya Pengunjung Berimbas ke Pedagang dan Ojek

Ilham, seorang tukang ojek yang sehari-hari mangkal di Bungkutoko, mengaku pendapatannya ikut menurun drastis. Ia menilai kemunculan kawasan wisata Papalimba menjadi salah satu faktor utama pergeseran pengunjung.

"Sudah lama tidak ramai sejak adanya wisata Papalimba. Pedagang juga sudah banyak yang tidak jualan. Ada yang buka, tapi yang datang hanya satu-dua orang. Kami yang ojek juga sepi," ujar Ilham.

Kondisi serupa juga dirasakan pengunjung yang datang. Suasana sore hari yang dulu ramai dengan anak-anak bermain kini berubah sunyi. "Kalau dulu sore ramai, banyak orang datang dan anak-anak bermain. Sekarang lebih sepi, jadi tidak banyak yang duduk lama," kata seorang pengunjung.

Mangrove Kebi Tak Lagi Ramai, Fasilitas Perlu Perhatian

Di kawasan Mangrove Kebi, situasi tak jauh berbeda. Beberapa pengunjung masih terlihat datang untuk menikmati suasana, namun jumlahnya tidak seramai sebelumnya. Lingkungan wisata tampak sepi dan kurang terawat, sehingga kesan nyaman yang dulu melekat mulai memudar.

Rahmat, salah satu pengunjung, berharap pengelola kembali memberikan perhatian pada kawasan ini. Ia menyoroti kebersihan, fasilitas, dan perlunya aktivitas baru yang bisa menarik minat warga datang kembali.

"Dulu ramai sekali, termasuk beberapa komunitas yang datang olahraga. Sekarang masih ada yang datang duduk, tetapi tidak seramai dulu," ujarnya.

Dinas Pariwisata Sultra: Pengelolaan Berkelanjutan Kunci Utama

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada wisata bahari. Kawasan perkotaan, budaya, heritage, dan ruang rekreasi juga menjadi bagian penting yang harus dikembangkan.

"Pariwisata itu berkelanjutan. Kalau kemarin dibangun, seharusnya berkelanjutan. Kalau tidak berkelanjutan, berarti ada yang salah," kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan, pengelolaan kawasan wisata seperti Bungkutoko dan Mangrove Kebi berada di bawah pemerintah kota. Pihaknya hanya berperan dalam pembinaan. Ia mempertanyakan mengapa sebuah destinasi yang telah dibangun tidak dikelola secara berkelanjutan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kalau terkait itu, pemerintah kota yang kelola. Kami cuma membina. Kenapa tidak berkelanjutan, itu perlu dipertanyakan kenapa bisa," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan pariwisata saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan event atau kegiatan seremonial. Promosi melalui media sosial dan kolaborasi dengan komunitas menjadi elemen penting dalam menggerakkan sektor ini.

"Hari ini pariwisata booming karena kami melibatkan pentahelix. Kita tidak hanya bicara event. Kita berkolaborasi dengan komunitas," katanya.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: telisik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks