Pencarian

Hampir 30 Kebakaran Ditangani di Kolaka Sepanjang Agustus, PT Vale Siagakan Tim dan Armada Pemadam

Kamis, 03 September 2026 • 20:24:32 WIB
Hampir 30 Kebakaran Ditangani di Kolaka Sepanjang Agustus, PT Vale Siagakan Tim dan Armada Pemadam
Tim Emergency Response PT Vale Indonesia menangani hampir 30 kebakaran hutan, lahan, dan permukiman di Kolaka sepanjang Agustus 2026.

KOLAKA — Hampir 30 kejadian kebakaran hutan, lahan, dan permukiman warga ditangani tim Emergency Response PT Vale Indonesia di sekitar wilayah operasionalnya di Kolaka sepanjang Agustus 2026. Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering di musim kemarau disebut menjadi pemicu utama meluasnya api.

Catatan ini menjadi dasar PT Vale untuk menggencarkan langkah pencegahan, tidak sekadar pemadaman. Perusahaan yang tergabung dalam Mining Industry Indonesia (MIND ID) itu menilai risiko karhutla akan semakin tinggi apabila tidak diantisipasi sejak dini, terutama di kawasan konsesi dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Meningkatnya Kejadian Kebakaran di Wilayah Pomalaa dan Baula

Titik api yang ditangani tim PT Vale tidak hanya berada di kawasan hutan konsesi. Sebagian kejadian melibatkan lahan dan permukiman warga di Kecamatan Pomalaa dan Baula, dua wilayah yang berbatasan langsung dengan area operasional perusahaan. Itu sebabnya upaya mitigasi disebut tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

PT Vale kemudian menggelar sosialisasi penanganan dan pencegahan karhutla di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka, serta jajaran pemerintah Kecamatan Pomalaa dan Baula.

Aparat Desa Menjadi Garda Terdepan Deteksi Titik Api

Pemerintah desa ditempatkan pada posisi paling strategis dalam rantai pencegahan karhutla. Mereka yang sehari-hari dekat dengan masyarakat dan lahan, sehingga diharapkan mampu mengenali potensi risiko serta membangun koordinasi awal ketika ada titik api atau kebakaran.

Melalui sosialisasi ini, aparat kecamatan dan desa dibekali pemahaman tentang mekanisme pelaporan, mitigasi, hingga penanganan awal kebakaran. Edukasi juga menyasar aktivitas warga yang berpotensi memicu api, agar risiko dapat ditekan sebelum meluas.

“PT Vale memiliki kepedulian tinggi terhadap pencegahan dan penanganan Karhutla. Meski merupakan tanggung jawab lintas sektoral, kami mengambil peran aktif melalui mitigasi, penguatan kesiapsiagaan, dan koordinasi yang dijalankan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan PPKH perusahaan. Kolaborasi ini penting agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin,” ujar Project Director IGP Pomalaa PT Vale Indonesia, Mohammad Rifai, Kamis (3/9/2026).

Personel dan Armada Pemadam Siap Dikerahkan

PT Vale tidak berhenti pada edukasi. Perusahaan juga menyiagakan personel terlatih serta armada pemadam kebakaran yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan melalui mekanisme koordinasi penanganan keadaan darurat dengan pemerintah daerah.

Tim Emergency Response tetap melakukan pemantauan lapangan dan evaluasi berkala terhadap efektivitas mitigasi. Namun, pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Penguatan sistem komunikasi dan pemetaan potensi kerawanan disebut akan terus dilakukan sepanjang musim kemarau.

Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan serta melindungi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional. Perusahaan siap mengambil bagian dalam langkah penanganan yang dikoordinasikan pemerintah, dengan tetap menghormati kewenangan masing-masing pihak.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultrakini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks