Pencarian

Ekspor Perikanan Sultra Tembus Rp171 Miliar Hingga Pertengahan 2026, Tuna hingga Gurita Serbu 9 Negara

Selasa, 08 September 2026 • 17:08:31 WIB
Ekspor Perikanan Sultra Tembus Rp171 Miliar Hingga Pertengahan 2026, Tuna hingga Gurita Serbu 9 Negara
Produk perikanan Sulawesi Tenggara siap diekspor ke sejumlah negara tujuan.

Ekspor produk perikanan Sulawesi Tenggara mencapai 738 ton dengan nilai Rp171 miliar hingga pertengahan 2026. Kinerja ini menyokong perekonomian daerah setelah pada 2025 lalu kontribusi volume tembus lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar.

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor produk perikanan dari Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 738 ton dengan nilai Rp171 miliar hingga pertengahan 2026. Capaian ini menunjukkan permintaan komoditas laut daerah tersebut tetap stabil di pasar internasional.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan kinerja ekspor perikanan itu turut menyokong perekonomian Sultra. Sepanjang 2025, kontribusi sektor ini bahkan lebih besar dengan volume lebih dari 2.200 ton senilai Rp313 miliar.

9 Negara Tujuan Pasar Komoditas Laut Sultra

Sejumlah komoditas perikanan asal Sultra, seperti tuna, gurita, tenggiri, dan rajungan, telah dipasarkan ke berbagai negara. Tujuan ekspor meliputi Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Australia, Singapura, Filipina, Thailand, Kanada, dan Republik Dominika.

“Ekspor perikanan yang disertifikasi KKP telah mampu secara signifikan menyokong perekonomian Sulawesi Tenggara,” kata Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

17 Komoditas Didampingi untuk Penuhi Standar Mutu

KKP mendampingi 17 jenis komoditas perikanan dari Sultra untuk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan negara tujuan ekspor. Pendampingan mencakup penerapan Cara Budi daya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Penanganan Ikan yang Baik di Atas Kapal (CPIB Kapal), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Efektivitas layanan sertifikasi jaminan mutu dari hulu hingga hilir yang cepat dan berbasis daring turut mendukung penerimaan produk perikanan Sultra di pasar ekspor.

15 Unit Pengolahan Ikan Serap 1.249 Tenaga Kerja

Aktivitas pengolahan hasil perikanan tidak hanya berkontribusi terhadap ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Kepala Balai Mutu Kendari Muhammad Zamrud menyebutkan saat ini terdapat 15 unit pengolahan ikan (UPI) ekspor yang menyerap 1.249 tenaga kerja.

Rinciannya, 468 pekerja laki-laki dan 781 perempuan. KKP terus mendorong pemenuhan standar mutu hasil perikanan dari hulu hingga hilir untuk memperkuat daya saing produk Sultra sekaligus memperluas akses komoditas daerah ke pasar internasional.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks