BUTON TENGAH — Dukungan PDPM Muhammadiyah Buton Tengah terhadap visi Bupati Azhari disampaikan langsung oleh Ketua Umum Arman, S.Pd. dalam pelantikan pengurus di Pafana Lombe. Menurut Arman, arah pembangunan yang menempatkan pendidikan dan nilai keagamaan sebagai fondasi dinilai relevan dengan kebutuhan daerah.
Visi kota santri dan kota pendidikan dianggap sebagai salah satu jalan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Buton Tengah. Persoalan pembangunan sumber daya manusia menjadi sorotan utama dalam pernyataan organisasi kepemudaan tersebut.
Mengapa Pendidikan dan Nilai Keagamaan Jadi Fondasi
Arman menilai penguatan sektor pendidikan dan nilai-nilai keagamaan perlu menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah. Tujuannya agar mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing.
"Visi menjadikan Buton Tengah sebagai kota santri dan kota pendidikan merupakan salah satu upaya untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi daerah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia," kata Arman.
Pernyataan itu menegaskan posisi pendidikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebutuhan mendasar bagi daerah yang ingin meningkatkan kualitas generasinya.
Peran Pemuda Muhammadiyah dalam Visi Kota Santri
PDPM Muhammadiyah Buton Tengah menyatakan siap mengambil bagian dalam mendukung upaya tersebut. Kontribusi akan disalurkan melalui peran pemuda, terutama dalam mendorong kegiatan yang berorientasi pada pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda.
Langkah itu menempatkan organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemda dan organisasi kepemudaan diharapkan memperkuat cita-cita Buton Tengah sebagai kota santri dan kota pendidikan.
Dukungan ini juga menjadi sinyal bahwa agenda pembangunan sumber daya manusia di Buton Tengah mendapat respons dari kalangan organisasi masyarakat. Pelantikan pengurus PDPM di Pafana Lombe menjadi momentum awal bagi pengurus baru untuk menjalankan program yang selaras dengan visi daerah.