SULAWESI TENGGARA — Menunda mengisi bahan bakar hingga tangki mobil hampir kosong masih jadi kebiasaan banyak pengemudi. Kebiasaan ini bukan cuma berisiko bikin mobil mogok mendadak di jalan, tetapi juga memperpendek umur sejumlah komponen sistem bahan bakar. Berikut lima dampak yang perlu diwaspadai menurut penjelasan Daihatsu.
Kebiasaan mengisi bensin baru dilakukan saat indikator mendekati huruf E terbilang umum di kalangan pengemudi. Alasannya beragam, dari menunggu harga turun hingga sekadar lupa. Padahal, sistem bahan bakar mobil dirancang bekerja optimal ketika volume bensin di tangki terjaga pada level yang cukup.
Daihatsu melalui penjelasan resminya memerinci sejumlah komponen yang berisiko terdampak jika tangki terus-menerus dibiarkan kosong. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi menumpuk dalam jangka panjang dan berujung pada biaya perawatan yang membengkak.
Komponen pertama yang paling rentan adalah fuel pump atau pompa bensin. Alat ini bertugas mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju mesin.
Pada umumnya, fuel pump terendam di dalam bensin. Cairan itu sekaligus berfungsi mendinginkan komponen saat bekerja. Ketika tangki sering dibiarkan kosong, pendinginan tidak berjalan optimal.
Pompa pun lebih cepat panas dan berisiko mengalami kerusakan. Perbaikan atau penggantian fuel pump bukan pekerjaan murah karena biasanya harus membuka akses ke dalam tangki.
Di dasar tangki bensin terdapat kemungkinan endapan kotoran atau residu dari bahan bakar yang terisi sebelumnya. Selama volume bensin masih banyak, kotoran itu relatif tidak terganggu.
Kondisi berubah ketika bensin tersisa sedikit. Kotoran berpotensi ikut tersedot masuk ke saluran bahan bakar. Filter bensin jadi lebih cepat kotor, sementara injektor berisiko tersumbat.
Gejalanya bisa terasa dari performa mesin yang menurun, tarikan lemah, atau konsumsi bahan bakar yang memburuk. Jika dibiarkan, masalah ini berkembang menjadi kerusakan serius pada sistem pembakaran.
Risiko paling jelas ketika tangki dibiarkan kosong adalah mobil kehabisan bahan bakar. Yang jadi masalah, kendaraan bisa berhenti tiba-tiba tanpa peringatan yang cukup.
Situasi ini jauh lebih berbahaya jika terjadi di jalan tol, tanjakan, atau area dengan penerangan minim. Mobil yang mogok tidak hanya membahayakan pengemudi dan penumpang, tetapi juga mengganggu arus kendaraan lain.
Bensin bukan sekadar sumber energi. Cairan ini juga membantu menjaga suhu sejumlah komponen agar tetap stabil selama mesin bekerja.
Saat jumlah bahan bakar terlalu sedikit, suhu di dalam sistem bahan bakar dapat meningkat. Komponen pun lebih cepat aus dan risiko kerusakan ikut naik. Efisiensi kendaraan juga menurun seiring kondisi ini berlanjut.
Kebiasaan membiarkan tangki kosong secara terus-menerus mempercepat keausan komponen di sistem bahan bakar. Dalam jangka panjang, konsekuensinya terasa pada dua hal: biaya perawatan meningkat dan performa mobil menurun.
Risiko kerusakan mendadak juga jadi lebih tinggi, terutama saat kendaraan dipakai untuk perjalanan jauh. Mengisi bensin sebelum indikator menyentuh level rendah jauh lebih murah dibanding mengganti fuel pump atau membersihkan injektor.