SULAWESI TENGGARA — Persik Kediri menahan imbang Arema FC 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pelatih Marcos Reina menilai Macan Putih tampil dominan selama 75 menit sebelum harus bertahan mati-matian di akhir laga.
Duel Derby Jatim itu berjalan sesuai skenario yang disiapkan Marcos Reina. Persik Kediri menekan sejak awal dan membuka keunggulan cepat berkat gol Zanadin Fariz pada menit ke-6. Arema FC baru bisa menyamakan kedudukan melalui penalti Careca di menit ke-27.
Marcos menyebut anak asuhnya mampu mengontrol pertandingan hingga sekitar 70-75 menit. Kiko Carneiro dan kolega dinilai sukses membuat Jhon Alfaridzi cs kesulitan menemukan ruang di lini tengah.
Zanadin Fariz mencetak gol saat laga baru berjalan enam menit. Gol itu menjadi modal penting bagi Persik untuk mengendalikan tempo pertandingan di kandang Arema.
Keunggulan Persik bertahan hingga menit ke-27, sebelum Careca mengeksekusi penalti untuk Singo Edan. Skor 1-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Marcos mengungkapkan penguatan lini tengah menjadi bagian dari strategi yang dirancang dalam latihan. Persik membangun serangan dari semua lini dengan tiga atau empat pemain.
Timnya juga menempatkan lebih banyak penggawa di area tengah supaya unggul jumlah pemain dalam perebutan bola.
"Saya merasa kami bermain lebih baik selama 75 menit. Kami menjalankan sistem permainan sangat baik dan selama beberapa menit kami memegang kontrol permainan," kata Marcos Reina.
"Kami ingin menjadi tim yang dinamis. Fokus kami di sektor tengah dengan jumlah lebih banyak. Taktik ini membuat Arema FC sulit menemukan celah dalam perebutan bola di tengah," jelasnya.
Situasi berubah memasuki 10-15 menit terakhir. Sebagai tuan rumah, Arema FC menaikkan intensitas serangan dan memaksa pemain Persik lebih banyak bertahan di area sendiri.
Marcos mengakui timnya harus bekerja keras mempertahankan skor hingga pertandingan bubar. Persik gagal menambah gol kedua yang bisa mengunci kemenangan.
"Kami tidak berhasil mencetak gol kedua. Di akhir pertandingan kami harus bekerja keras, tetapi akhirnya bisa mendapatkan satu poin. Dan satu poin ini tetap penting bagi kami," ucapnya.
Hasil imbang di kandang rival membuat Persik Kediri membawa pulang satu poin dari Stadion Kanjuruhan. Bagi Marcos, angka itu tetap berharga di pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Persik kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya dengan modal performa lini tengah yang dinilai sudah berjalan sesuai rencana.