SULAWESI TENGGARA — ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra yang mampu menjalankan generative AI secara lokal melalui fitur Zenni Claw, tanpa selalu bergantung pada koneksi cloud. Laptop ini dirancang sebagai heavy client untuk kebutuhan agentic AI, dengan setup satu klik, skill siap pakai, dan perutean fleksibel antara pemrosesan lokal dan cloud. Pendekatan ini menyasar profesional yang mengolah data sensitif dan butuh privasi tetap terjaga di perangkat.
Technical Public Relations ASUS Expert, Said Dahda, menyatakan bahwa produsen perangkat keras tidak bisa lagi mempertahankan diri dari gelombang AI. ASUS memilih membangun satu kesatuan yang mencakup perangkat AI, infrastruktur AI, hingga aplikasi AI, mulai dari cloud sampai edge.
Filosofi "Ubiquitous AI, Incredible Possibilities" menjadi arahan desain tiap produk ASUS, bukan sekadar slogan pemasaran. AI tidak lagi diposisikan sebagai fitur tambahan yang ditempel di akhir proses desain, melainkan pertimbangan paling awal yang menentukan arsitektur sebuah produk.
Agen AI yang mampu bertindak otonom, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas kompleks membutuhkan komputasi lokal yang kuat. Ketergantungan penuh pada koneksi ke cloud dinilai tidak lagi memadai untuk kebutuhan tersebut.
Kondisi itu membuat industri perlahan bergerak kembali dari pendekatan thin client menuju heavy client. Tren ini sejalan dengan kekuatan utama produsen perangkat keras seperti ASUS.
"Komitmen ini tidak berhenti di level wacana. ASUS menghadirkan Zenni Claw, sebuah pendekatan yang dirancang agar agentic AI benar benar bisa dipakai sehari hari, bukan sekadar konsep di atas kertas," ujar Said dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Fitur ini menawarkan proses setup satu klik dan kumpulan skill ASUS yang siap pakai. Ada pula perutean fleksibel antara pemrosesan lokal dan cloud, sehingga pengguna bisa menyesuaikan beban kerja AI sesuai kebutuhan.
Dari sisi keamanan, Zenni Claw dilengkapi guardrail yang memastikan setiap akses agentic AI membutuhkan izin pengguna. Prosesnya berjalan di ekosistem yang terpisah dari sistem utama perangkat.
Semua dirancang agar pengguna tidak perlu berpikir rumit soal infrastruktur maupun risiko keamanan AI. Integrasinya sudah langsung di perangkat.
ASUS ExpertBook Ultra menjadi contoh paling konkret dari filosofi tersebut. Laptop ini tidak sekadar membawa label AI sebagai nilai jual tambahan, melainkan dirancang sebagai heavy client yang mampu menjalankan generative AI secara lokal lewat Zenni Claw.
"Dengan kemampuan generative AI secara lokal, ASUS ExpertBook Ultra tak harus selalu bergantung pada koneksi cloud yang stabil. Bagi profesional yang mengolah data sensitif, kemampuan ini berarti proses AI bisa berjalan lebih cepat sekaligus menjaga privasi data tetap berada di perangkat pengguna. Tidak ada dokumen atau data penting Perusahaan yang perlu diunggah ke layanan apapun untuk diolah," tutur Said.
Menurut Said, kombinasi performa komputasi lokal yang kuat dan integrasi Zenni Claw menghadirkan kemudahan setup dibanding Open Claw. Skill siap pakai serta implementasi cerdas antara lokal dan cloud melengkapi paket tersebut.
Pendekatan Zenni Claw dipadukan dengan lapisan layanan yang lebih luas. Cakupannya meliputi ASUS AI Hub, implementasi di sektor kesehatan dan smart city, hingga infrastruktur AI berdaulat milik perusahaan.
Hasilnya, hardware dan kecerdasan yang berjalan di atasnya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. ASUS memposisikan AI sebagai inti yang menggerakkan roda bisnis, bukan pelengkap.
"Generative AI memang akan terus membantu bisnis meningkatkan produktivitas, namun potensinya jauh lebih besar dari itu. Large language model berpotensi memperluas jangkauan AI dari ruang siber ke dunia fisik, dan ketika physical AI menjadi semakin penting, setiap perangkat AI fisik akan membutuhkan daya komputasi yang signifikan untuk menjalankannya," kata Said.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, langkah ASUS ini memperlihatkan arah berbeda dari narasi AI berbasis cloud murni. Kebutuhan komputasi lokal untuk agentic AI membuka ruang bagi produsen perangkat keras untuk kembali relevan di lapisan infrastruktur AI.