SULAWESI TENGGARA — Toyota Rush mencatat wholesales 2.083 unit pada September 2026, mempertahankan posisi teratas di segmen low SUV dan mengungguli Daihatsu Terios yang membukukan 1.884 unit. Selisih keduanya hanya 199 unit, menandakan persaingan dua model tujuh penumpang bermesin penggerak roda belakang itu masih ketat. Keduanya kompak mencatat kenaikan dibanding Agustus 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi pabrik ke dealer untuk Toyota Rush naik dari 1.880 unit pada Agustus menjadi 2.083 unit pada September 2026. Daihatsu Terios mengikuti di posisi kedua dengan 1.884 unit, naik dari 1.650 unit pada bulan sebelumnya.
Kenaikan dua model teratas terjadi di tengah tren penurunan yang dialami sejumlah pesaing. Suzuki XL7 dan Mitsubishi Xpander Cross sama-sama mencatat distribusi lebih rendah dibanding Agustus.
Suzuki XL7 membukukan 800 unit pada September 2026, turun dari 1.007 unit pada Agustus. Model yang menawarkan pilihan mesin konvensional dan mild hybrid ini tergelincir dari posisi ketiga dengan selisih cukup lebar dari Terios.
Mitsubishi Xpander Cross juga melemah. Distribusinya tercatat 424 unit pada September, dibandingkan 493 unit pada Agustus 2026.
Honda BR-V menjadi yang terendah dalam perbandingan ini dengan 282 unit sepanjang September. Posisinya berada di bawah empat pesaing lain yang disandingkan dalam data Gaikindo.
Hyundai Stargazer X dan Stargazer Cartenz X tercatat membukukan total 1.214 unit pada September 2026. Angka itu merupakan gabungan penjualan Stargazer beserta seluruh variannya, sehingga tidak bisa disamakan langsung dengan capaian Stargazer X saja.
Karena metode pencatatan yang berbeda, posisi Hyundai dalam daftar ini tidak sepenuhnya sebanding dengan Rush, Terios, XL7, Xpander Cross, dan BR-V yang dihitung per model.
Rush dan Terios menjadi dua model dengan distribusi terbesar dalam kelompok kendaraan yang dibandingkan. Keduanya juga satu-satunya yang mencatat kenaikan dibanding Agustus 2026.
Angka Gaikindo yang dipakai dalam perbandingan ini adalah wholesales, yakni distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer, bukan penjualan langsung kepada konsumen. Data ini juga tidak otomatis mencerminkan perbandingan harga karena setiap model punya varian dan fitur berbeda.
Bagi calon pembeli, selisih 199 unit antara Rush dan Terios lebih menunjukkan kedekatan posisi di pasar ketimbang perbedaan kualitas produk. Keduanya sama-sama menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dan sistem penggerak roda belakang yang menjadi ciri segmen LSUV di Indonesia.
Perubahan distribusi pada bulan berikutnya akan memperlihatkan model mana yang mampu mempertahankan minat konsumen di tengah beragam pilihan SUV di pasar lokal.