Game yang dibangun di atas mesin Halo: Reach yang dimodifikasi dengan lapisan Unreal Engine 5 ini sejatinya menawarkan visual yang memukau. Namun absennya fitur dokumentasi dan berbagi momen seperti Photo Mode dan Theater Mode membuatnya terasa seperti langkah mundur bagi ekosistem kreatif yang telah membangun identitas Halo selama lebih dari dua dekade.
“Saya agak kecewa melihat fitur-fitur andalan itu tidak kembali,” tulis Adam, kontributor Windows Central yang pertama kali menyoroti temuan dari sesi Q&A Halo Studios. Ia menyebut bahwa Theater Mode, machinima, berbagi file, dan kreasi komunitas adalah elemen yang membentuk Halo seperti sekarang.
Skull 42 dan Campaign Remix: Replayability Tanpa Papan Skor
Halo Studios justru memposisikan Campaign Evolved sebagai game Halo dengan nilai replayability tertinggi. Ada 42 skull — pengubah gameplay — dan mode Campaign Remix yang mengacak skull tersebut setiap kali dimainkan. Kombinasi keduanya diharapkan membuat setiap sesi bermain terasa segar dan berbeda.
Tapi tanpa sistem scoring campaign, timing, dan leaderboard global seperti yang ada di Halo: The Master Chief Collection, elemen kompetitif yang bisa mendorong pemain untuk terus kembali justru hilang. Bayangkan: pemain Indonesia yang jago speedrun atau mengumpulkan skor tertinggi tidak punya panggung untuk membuktikannya secara global.
Kustomisasi Spartan Tak Muncul di Cutscene, Demo Publik Batal
Kekecewaan lain datang dari keputusan bahwa skin dan kostum kustom pemain tidak akan muncul saat cutscene berlangsung. Padahal, melihat Spartan versi sendiri dalam adegan sinematik adalah salah satu kepuasan yang selama ini dinantikan penggemar.
Halo Studios juga menegaskan tidak akan merilis demo publik sebelum game meluncur. Meski tidak semua seri Halo menyediakan demo, keputusan ini tetap mengecewakan bagi calon pembeli yang ingin mencoba gameplay terlebih dahulu.
Tidak Ada Dukungan Konten Tambahan: One and Done
Yang paling menyesakkan, Halo Studios secara terbuka menyebut Campaign Evolved sebagai proyek one-and-done. Tidak ada rencana penambahan konten setelah rilis. “Terus terang, itu menyebalkan,” tulis Adam dalam laporannya.
Dengan absennya fitur komunitas inti, tidak adanya papan peringkat, dan nihilnya dukungan pasca-peluncuran, Campaign Evolved terancam menjadi produk yang indah secara visual namun kosong secara sosial. Pertanyaannya: apakah visual memukau cukup untuk menutupi kekurangan fitur yang selama ini membuat pemain betah bertahun-tahun di Halo? Jawabannya akan diketahui saat game mendarat pada akhir Juli 2026.