SULAWESI TENGGARA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tiba di Komplek Makam Bung Karno, Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kota Blitar, sekitar pukul 12.30 WIB. Rombongan memasuki gerbang yang telah dilapisi karpet merah dan langsung memberikan penghormatan.
Sebelum memasuki bangunan Astono Mulyo, area inti persemayaman, Kapolri melepas sepatu di tempat yang disediakan. Di dalam cungkup makam, ia disambut juru kunci makam, Kahfi Annezar, yang bertindak sebagai pemandu ziarah. Doa bersama dipimpin Kahfi di depan pusara Sang Proklamator yang diapit makam kedua orang tuanya, R Soekemi Sosrodihardjo dan Ny Ida Aju Njoman Rai.
Prosesi Tabur Bunga dan Doa Bersama
Usai pembacaan doa, Jenderal Sigit memimpin tabur bunga di atas makam Bung Karno. Prosesi ini diikuti pejabat utama yang mendampingi, yakni Kabaintelkam Polri dan Dankorbrimob Polri. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian hingga selesai sekitar pukul 13.10 WIB.
"Rangkaian kegiatan ziarah yang kami laksanakan sebagai bagian dari tradisi Masuki Hari Bayangkara ke-80. Tadi pagi kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur dan alhamdulillah sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam amarhum Presiden Soekarno dan setelah ini kami akan melanjutkan ke nakam Bapak Presiden Soeharto almarhum dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata," kata Jenderal Sigit dalam keterangan pers.
Empat Lokasi Ziarah: dari Gus Dur hingga TMP Kalibata
Ziarah ke makam Bung Karno merupakan rangkaian kedua setelah sebelumnya Kapolri menyambangi makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jombang. Agenda ini merupakan tradisi institusi Polri setiap menjelang Hari Bhayangkara. Setelah dari Blitar, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke makam Presiden ke-2 RI HM Soeharto, dan menuntaskannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
"Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting, khususnya bagi institusi Polri yang tentunya kita memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan, apa nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita, mantan-mantan pemimpin bangsa kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga terhadap institusi Polri," sambung Kapolri.
Makna di Balik Ziarah Lintas Tokoh Bangsa
Pemilihan empat tokoh—Gus Dur, Bung Karno, Soeharto, dan pahlawan di TMP Kalibata—menunjukkan spektrum kepemimpinan yang luas. Jenderal Sigit menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan menyerap nilai-nilai kepemimpinan dari para pendiri bangsa. Polri, menurutnya, memiliki amanah untuk mempertahankan warisan tersebut dalam menjaga NKRI.
Hari Bhayangkara ke-80 akan diperingati pada 1 Juli 2026. Rangkaian ziarah ini menjadi salah satu agenda puncak sebelum peringatan resmi. Sebelumnya, Polri juga telah menggelar bakti sosial dan kegiatan kesehatan di berbagai daerah.