SULAWESI TENGGARA — Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inggris yang tampil di hadapan publik sendiri. Australia, yang belum terkalahkan sepanjang turnamen, menunjukkan superioritas kelas berat dengan memburu target 151 run hanya dalam 17,1 over.
Kapten Inggris, Nat Sciver-Brunt, menjadi andalan dengan 58 run dari 53 bola, namun laju run-nya terlalu lambat untuk standar final. Dukungan datang dari Freya Kemp yang mencetak 44 not out dari 28 bola, tetapi total 150-4 yang diraih Inggris terbukti jauh dari kata aman.
Kecepatan Mooney-Litchfield Hancurkan Pertahanan
Kehilangan Georgia Voll di over kedua tidak membuat Australia goyah. Duet kiri, Beth Mooney dan Phoebe Litchfield, justru melesat dengan partnership 100 run dalam 67 bola. Mooney menjadi bintang dengan 64 run dari 49 bola, sementara Litchfield menyumbang 48 not out.
“Kami tahu mereka akan mencoba segala cara, tapi eksekusi Mooney dan Litchfield hari ini sempurna,” ujar salah satu pengamat pertandingan. Australia hanya butuh 34 run dari 42 bola saat Litchfield akhirnya tersingkir.
Kontroversi Tangkapan Ecclestone Warnai Akhir Laga
Momen dramatis terjadi di over ke-17. Sophie Ecclestone mengklaim tangkapan bersih untuk menyingkirkan Ellyse Perry, namun wasit TV memutuskan sebaliknya. Sorak kemarahan penonton menggema di Lord's, dan Ecclestone terlihat frustrasi.
Keputusan itu, bagaimanapun, tidak mengubah hasil akhir. Di over berikutnya, Ecclestone justru melepaskan lima wide ball yang langsung menjadi run kemenangan Australia. Kemenangan ini menjadi gelar Piala Dunia ke-14 Australia di semua format, ditambah satu medali emas Commonwealth Games.
Pekerjaan Rumah Besar untuk Inggris Sebelum Ashes
Bagi Inggris, final ini menjadi cermin kesenjangan yang masih lebar dengan rival abadi mereka. Meski menunjukkan kemajuan di bawah pelatih Charlotte Edwards, kegagalan memanfaatkan peluang di laga puncak menjadi catatan serius.
“Kami harus menutup jarak ini sebelum Ashes di kandang musim panas mendatang,” ujar analis. Masalah klasik Inggris di lini batting, yang terlalu bergantung pada Sciver-Brunt, kembali terekspos. Kapten Inggris hanya mampu memukul lima four, kontras dengan performa agresifnya di semifinal.
Danni Wyatt-Hodge, yang finis sebagai pencetak run terbanyak turnamen, hanya bisa mengemas delapan run sebelum pulang lebih awal. Inggris kini harus segera berbenah jika ingin mengakhiri dominasi Australia yang sudah berlangsung bertahun-tahun.