KENDARI — Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Anduonohu tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Karang Taruna Pemuda Merah Putih memanfaatkan momen ini untuk mendorong lahirnya atlet-atlet muda melalui kejuaraan sepak bola antar-RW yang digelar di lingkungan setempat.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus membangun sportivitas antarwarga. Salah satu laga yang berlangsung kompetitif mempertemukan atlet muda Karang Taruna Pemuda Merah Putih Anduonohu melawan tim RW 1 D pada Selasa (18/8/2026).
Sejak awal laga, kedua tim saling berupaya menciptakan peluang. Namun, perjuangan tim Karang Taruna Muda Anduonohu belum berbuah kemenangan setelah harus mengakui keunggulan RW 1 D dengan skor 3-1.
Kekalahan Jadi Bahan Evaluasi Pembinaan Pemain Muda
Meski menelan kekalahan, laga tersebut dinilai menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda Karang Taruna. Pertandingan antar-RW dianggap bukan semata-mata mengejar hasil akhir, tetapi juga bagian dari proses pembinaan pemain muda di tingkat kelurahan.
Ketua Karang Taruna Pemuda Merah Putih Anduonohu, Yusri Eka Saputra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat melalui olahraga.
"Kompetisi sepak bola antar-RW memiliki nilai lebih karena dapat mempertemukan pemuda dari berbagai lingkungan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat," ungkapnya.
Mental Bertanding Lebih Penting dari Hasil Akhir
Coach Karang Taruna Muda Anduonohu, Fendi Taris, menilai pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi timnya. Kekalahan dari RW 1 D diharapkan dapat memacu para pemain untuk memperbaiki kemampuan dan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Ia juga mendorong para pemain muda untuk tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran. Mental bertanding, disiplin, kerja sama tim, dan kemauan untuk terus berlatih dinilai jauh lebih penting dalam proses pembentukan atlet muda.
Kejuaraan sepak bola antar-RW ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang sehat di tingkat kelurahan. Kompetisi semacam ini menjadi wadah strategis untuk menjaring bakat-bakat muda sepak bola dari lingkungan terkecil di Kota Kendari.