KENDARI — Kedatangan Safi’i disambut Pembina Daerah Umat Buddha, Bhikkhu Abayasen, bersama pengurus Daerah Umat Buddha Sulawesi Tenggara dan tokoh umat Buddha Kota Kendari. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Silaturahmi ke rumah ibadah itu disebut sebagai bagian dari upaya Polresta Kendari membangun komunikasi dengan tokoh agama. Tujuannya memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di kota berjuluk Kota Lulo itu.
Kerukunan Antarumat Jadi Pesan Utama
Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta menekankan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama merupakan langkah penting untuk memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan. Kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kendari menjadi fokus yang ingin dijaga bersama.
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin mempererat hubungan antara Polri dan tokoh agama sekaligus membangun komunikasi yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kerukunan dan toleransi antarumat beragama merupakan hal penting yang harus kita jaga bersama demi terciptanya Kota Kendari yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Safi’i.
Brosur Operasi Patuh Anoa 2026 Dibagikan
Selain berdialog dengan pengurus vihara, Kapolresta membagikan brosur Operasi Patuh Anoa 2026. Brosur itu menjadi sarana edukasi kepada warga soal pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Agenda pertemuan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Momen itu menandai eratnya hubungan antara kepolisian dan komunitas umat Buddha di Kendari.
Polri Andalkan Pendekatan Humanis
Menurut Kapolresta, situasi kamtibmas yang kondusif tidak bisa terwujud tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama dinilai berperan penting dalam menumbuhkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan persatuan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipelihara. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi bersama sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan aman serta nyaman,” katanya.
Polresta Kendari menyatakan komitmennya mengedepankan pendekatan humanis dan memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Kemitraan itu dibangun tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.