KENDARI — Seksi Intelijen Kejari Kendari menggelar pemaparan awal Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) terhadap pekerjaan penataan Lapangan Benu-Benua. Forum tersebut mempertemukan sejumlah pihak yang berkepentingan atas proyek milik Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari itu.
Kasi Intel Kejari Kendari Ilmiawan Tibe Hafid menyebut pemaparan menjadi langkah pembuka dalam pelaksanaan pengamanan pembangunan strategis daerah. Menurutnya, pengawasan tidak dimulai saat proyek sudah berjalan, melainkan sejak perencanaan.
Apa yang Dipetakan Sejak Awal
Ilmiawan menjelaskan, forum tersebut dipakai untuk memperoleh gambaran umum mengenai rencana dan tahapan pelaksanaan pekerjaan. Target pembangunan hingga potensi kendala yang mungkin muncul selama proses juga ikut dibahas.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai rencana dan tahapan pelaksanaan pekerjaan, target pembangunan, serta potensi kendala yang mungkin dihadapi selama proses pelaksanaan,” ujar Ilmiawan Tibe Hafid.
Pemaparan itu sekaligus menjadi sarana koordinasi dan penyamaan persepsi antarinstansi. Tujuannya mengidentifikasi potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) sejak dini.
Siapa Saja yang Duduk di Forum Pemaparan
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kendari, Inspektorat Kota Kendari, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari. Hadir pula penyedia jasa dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penataan Lapangan Benu-Benua.
Dari internal Kejari Kendari, tampak Kepala Seksi Intelijen, Kasubbag Pembinaan, serta para Kepala Seksi dan Kepala Subseksi. Kehadiran lintas pihak itu menunjukkan pengamanan proyek tidak berhenti di ranah hukum semata.
Harapan agar Pembangunan Tidak Menyimpang
Melalui PPS, Kejari Kendari berharap pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Hasil akhirnya diarahkan pada pembangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pengamanan strategis juga diposisikan sebagai upaya pencegahan. Deteksi dini terhadap potensi permasalahan diharapkan memperkuat koordinasi dan mencegah hambatan yang bisa memengaruhi pencapaian tujuan pembangunan.
Bagi warga Kendari, penataan Lapangan Benu-Benua menjadi proyek yang menyangkut ruang publik dan aktivitas olahraga. Karena itu, pengawasan sejak tahap awal menentukan apakah pekerjaan selesai sesuai jadwal dan mutu yang dijanjikan.