KENDARI — Momentum Harkitnas 2026 menjadi pengingat bagi warga Sulawesi Tenggara untuk tidak terjebak sebagai penonton di era digital. Kanwil Kemenkum Sultra menekankan bahwa kebangkitan bangsa masa kini harus diukur dari kemampuan literasi digital dan penguasaan inovasi.
Lima Poin Seruan Kanwil Kemenkum Sultra
Dalam peringatan yang digelar di Kendari, Kanwil Kemenkum Sultra menyampaikan lima seruan utama. Pertama, penguatan literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat agar mampu memfilter informasi hoaks. Kedua, mendorong lahirnya inovasi-inovasi lokal berbasis teknologi yang bisa bersaing secara global.
Ketiga, perlindungan data pribadi warga menjadi prioritas di tengah maraknya transaksi daring. Keempat, penegakan hukum siber yang berkeadilan untuk menciptakan ruang digital yang aman. Kelima, sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi digital di Sultra.
Mengapa Literasi Digital Jadi Kunci?
Kepala Kanwil Kemenkum Sultra menyebut bahwa tantangan terbesar saat ini bukanlah infrastruktur, melainkan kesiapan sumber daya manusia. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat rentan terhadap penipuan daring, ujaran kebencian, dan radikalisme digital.
“Kebangkitan nasional di era digital bukan sekadar soal akses internet. Ini tentang bagaimana kita menjaga karakter bangsa dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bersama,” ujar Kepala Kanwil Kemenkum Sultra dalam sambutannya.
Inovasi Lokal sebagai Motor Kebangkitan
Kanwil Kemenkum Sultra juga menyoroti potensi besar anak muda daerah dalam menciptakan solusi digital. Beberapa startup lokal di Kendari dinilai sudah mulai menunjukkan taringnya di bidang agrikultur dan pariwisata berbasis aplikasi.
Pemerintah provinsi pun didorong untuk memberikan ruang lebih luas bagi para inovator, termasuk melalui program inkubasi bisnis dan kemudahan perizinan usaha. Langkah ini dinilai krusial agar talenta lokal tidak tersedot ke Pulau Jawa.
Langkah Selanjutnya: Kampanye ke Sekolah dan Komunitas
Ke depan, Kanwil Kemenkum Sultra berencana menggelar serangkaian seminar dan lokakarya literasi digital di sekolah-sekolah menengah serta komunitas UMKM. Targetnya, pesan kebangkitan digital ini bisa menyentuh hingga ke pelosok desa di Sultra.
Program ini akan melibatkan pegiat teknologi dan akademisi dari universitas setempat. Dengan begitu, transformasi digital tidak hanya berhenti di kota, tetapi merata hingga ke kampung-kampung.