Pencarian

Bocah 6 Tahun Asal Muna Sultra Tewas Tenggelam di Kolam Renang Banguntapan Bantul, Sempat Tak Terpantau CCTV

Senin, 22 Juni 2026 • 16:28:31 WIB
Bocah 6 Tahun Asal Muna Sultra Tewas Tenggelam di Kolam Renang Banguntapan Bantul, Sempat Tak Terpantau CCTV
Bocah berusia 6 tahun asal Muna, Sultra, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Banguntapan, Bantul.

BANTUL — Seorang bocah asal Sulawesi Tenggara tewas tenggelam saat berenang di kolam renang kawasan Potorono, Banguntapan, Bantul, pada Minggu (21/6/2026) pagi. Korban berinisial SAA (6), warga Katobu, Muna, dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.29 WIB setelah sempat mendapat penanganan darurat di Rumah Sakit Rajawali Citra, Banguntapan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa peristiwa nahas itu terjadi hanya sepuluh menit setelah korban tiba di lokasi. SAA datang bersama keluarganya dan mulai beraktivitas di area kolam renang sekitar pukul 10.10 WIB. Tak berselang lama, petugas kolam mendapat laporan adanya anak tenggelam.

Kronologi: Dari Bermain Hingga Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Petugas keamanan kolam renang yang sedang berjaga di area kolam nomor dua bagian barat langsung mengevakuasi SAA setelah menerima laporan. Saat diangkat dari kolam sedalam 1,2 meter, tubuh korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim medis di rumah sakit kemudian melakukan tindakan darurat, namun denyut nadi korban sudah tidak teraba sejak tiba di IGD.

"Sampai di IGD kondisi korban tidak sadar dan denyut nadinya sudah tidak teraba. Tim medis sudah melakukan tindakan darurat, tapi pukul 10.29 WIB korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Iptu Rita kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Blind Spot CCTV Jadi Kendala Penyelidikan

Polisi mengaku masih mendalami penyebab SAA bisa tenggelam. Hambatan utama, area kolam tempat korban tenggelam ternyata tidak terjangkau oleh kamera pengawas. Empat titik CCTV yang terpasang hanya menyorot gerbang masuk, loket tiket, kolam timur, dan area seluncuran.

"Masih didalami, karena area kolam tempat korban tenggelam ternyata tidak terjangkau oleh kamera pengawas," kata Iptu Rita.

Polisi juga masih menyelidiki apakah korban bermain air sendirian atau bersama orang lain saat kejadian. Meski dipastikan SAA datang bersama keluarganya, detail pengawasan orang tua di sekitar kolam masih menjadi fokus penyelidikan.

Jenazah Dipulangkan ke Muna untuk Dimakamkan

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah SAA dibawa ke rumah pamannya di Glagah, Tamanan, Banguntapan, untuk disemayamkan. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk langsung menerbangkan jenazah korban ke Sulawesi Tenggara agar bisa segera dimakamkan di kampung halamannya.

"Setelah itu, pihak keluarga memutuskan untuk langsung menerbangkan jenazah korban ke Sulawesi Tenggara agar bisa segera dimakamkan oleh keluarga besar di sana," ucap Iptu Rita.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengelola kolam renang dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang bermain di area kolam tanpa pengawasan langsung. Polres Bantul masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam kejadian ini.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks