SULAWESI TENGGARA — Kepala Kantor Cabang Manado PT MNC Sekuritas, Yansen Sumual, mengatakan investor di Sulut sangat selektif dalam memilih saham. “Misalnya untuk sektor perbankan, hanya perbankan besar yang menjadi pilihan utama investor di Sulut. Seperti misalnya bank Himbara yakni BRI, Mandiri dan BNI serta BCA,” kata Yansen kepada Barometer.co.id, Jumat (05/06/26). Pola yang sama berlaku di sektor tambang dan energi, di mana hanya emiten dengan fundamental kuat yang masuk keranjang belanja investor.
Dividen Tinggi Jadi Andalan Saat Pasar Bergejolak
Kondisi BEI yang sedang tidak stabil membuat banyak investor khawatir. Kepala Kantor Cabang Manado PT BNI Sekuritas, Susan Mengko, mengakui hal itu. “Awalnya memang banyak yang menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Namun seiring waktu, mereka mulai memahami dan menahan sahamnya sambil menunggu harga naik kembali,” ujarnya.
Di MNC Sekuritas, respons investor berbeda. Yansen menuturkan, sebagian investor mulai mengalihkan portofolionya ke perusahaan yang rajin membagikan dividen tinggi. Sebab, risiko di pasar saat ini dinilai terlalu besar untuk strategi trading jangka pendek. “Ada beberapa perusahaan yang memberikan dividen tinggi, bahkan ada yang di atas 10 persen. Sehingga saat ini ada yang mulai mengalihkan sahamnya ke emiten dengan dividen tinggi,” jelasnya.
Keuntungan Ganda dari Strategi “Aman”
Strategi ini dinilai cerdas karena memberi peluang keuntungan ganda. Investor tidak hanya mengantongi dividen besar di tengah volatilitas, tetapi juga berpotensi menikmati capital gain ketika harga saham kembali naik seiring membaiknya pasar. Dengan kata lain, investor yang sabar bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus: dividen jumbo dan apresiasi harga di masa depan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang tertekan, investor di Sulut tetap aktif dan adaptif. Mereka tidak panik menjual, melainkan memilih strategi defensif yang lebih rasional—beralih ke saham-saham blue chip dan emiten dividen tinggi yang lebih tahan banting terhadap gejolak ekonomi global dan domestik.