SULAWESI TENGGARA — Pergerakan saham Tesla pada Senin (hari ini) berbanding terbalik dengan akhir pekan lalu. Jumat kemarin, saham emiten yang dipimpin Elon Musk itu terjun bebas 6,6% seiring aksi jual besar-besaran di saham teknologi. Indeks Nasdaq Composite ikut ambles 4,2% setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran suku bunga akan tetap tinggi atau bahkan naik lagi.
Namun, awal pekan ini indeks utama Wall Street kompak hijau. S&P 500 naik 0,7%, Nasdaq Composite menguat 1,2%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 159 poin atau 0,3%.
IPO SpaceX Jadi Pusat Perhatian Investor
Fokus investor pekan ini beralih ke SpaceX, perusahaan roket, AI, dan satelit yang juga dipimpin Elon Musk. SpaceX dijadwalkan menentukan harga IPO yang memecahkan rekor pada Kamis mendatang, menjadikannya salah satu penawaran umum paling dinanti tahun ini.
Keterkaitan Tesla dan SpaceX kian erat lewat kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan manufaktur semikonduktor. Spekulasi soal potensi merger kedua perusahaan pun terus menghangat di pasar prediksi. Data dari Kalshi menunjukkan probabilitas merger mencapai 50% sebelum Mei 2027, sementara Polymarket mencatat odds 43% untuk merger sebelum akhir 2026.
Penjualan di China Kembali ke Jalur Positif
Katalis lain datang dari data penjualan ritel Tesla di China yang dirilis China Passenger Car Association, Senin (hari ini). Pada Mei, volume penjualan ritel mencapai 47.281 unit, naik 22,5% year-on-year.
Angka ini menjadi pertumbuhan tahunan pertama sejak Februari, sekaligus mengakhiri tren penurunan dua bulan beruntun. Pada Maret, penjualan ritel Tesla di China merosot sekitar 24%, dan pada April turun sekitar 10%. Dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi lonjakan 82,2% dari 25.956 unit pada April.
Meski belum menyentuh level 56.107 unit pada Maret, capaian Mei tetap melampaui posisi Februari yang hanya 38.206 unit. Data ini mengindikasikan Tesla mulai stabil di salah satu pasar global terpentingnya di tengah persaingan ketat dengan pabrikan mobil listrik China.
JPMorgan Akhiri Sikap Bearish Setelah Dua Tahun
Dari sisi sentimen investor, keputusan JPMorgan pada Jumat lalu meng-upgrade saham Tesla menjadi Neutral dari Underweight ikut mendorong rebound. Analis Rajat Gupta menyebut rantai pasok yang terintegrasi secara vertikal dan kemampuan AI yang terus berkembang sebagai alasan utama perubahan rating tersebut.
“Menggunakan pabrik produksi sel dan kendaraan sebagai test bed untuk Optimus/Humanoids tidak hanya akan menekan [biaya] untuk bisnis otomotif dasar, tetapi yang lebih penting, membantu memvalidasi produk dalam skala industri,” tulis Gupta dalam catatan risetnya.