KENDARI — BGTK Sulawesi Tenggara tidak lagi mengandalkan cara lama dalam mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik. Kepala BGTK Sultra, Surip Widodo, S.Si., M.M., mengatakan seluruh target yang direncanakan dalam kegiatan penyusunan modul berhasil dicapai. Berbagai perangkat pendukung program Mepokoaso TKA kini telah tersedia dan siap memasuki tahap validasi serta uji coba.
Modul Apa Saja yang Sudah Disusun?
Selama empat hari pelaksanaan kegiatan, tim penyusun berhasil menghasilkan sejumlah modul penting yang akan menjadi panduan pelaksanaan program. Modul tersebut mencakup pembelajaran mendalam, penyusunan soal HOTS dan TKA, pendampingan intensif di kelas, hingga implementasi pembelajaran mendalam bagi siswa.
“Alhamdulillah di empat hari ini kita sudah menghasilkan output yang diharapkan. Ada modul pembelajaran mendalam, modul penyusunan soal HOTS dan TKA, modul pendampingan intensif di kelas, serta LMS yang blueprint-nya sudah selesai dan siap diuji coba,” ujar Surip.
LMS dan Bank Soal Jadi Andalan Baru
Selain modul, BGTK Sultra juga telah merampungkan Learning Management System (LMS) yang akan menjadi platform digital pendukung program. Blueprint LMS beserta instrumen penjaminan mutu untuk seluruh tahapan program juga telah selesai disusun.
Setelah tahap penyusunan modul selesai, proses selanjutnya adalah validasi modul di lingkungan BGTK Sultra. Jika dinyatakan layak, program akan dilanjutkan dengan bimbingan teknis (Bimtek) bagi guru terkait penyusunan soal HOTS dan implementasi pembelajaran mendalam.
“Dalam Bimtek nanti akan menghasilkan bank soal. Soal-soal itu kemudian masuk ke LMS dan digunakan untuk try out. Hasil try out itulah yang nantinya menjadi bahan evaluasi dan pembahasan di forum MGMP,” jelas Surip.
Try Out Perdana Ditargetkan Juli 2026
BGTK Sultra menargetkan pelaksanaan try out perdana dapat dimulai pada pekan kedua Juli 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara serentak di seluruh SMA yang menjadi sasaran awal program, yakni di Kota Kendari dan Kabupaten Bombana.
Pelaksanaan program ini juga didukung kebijakan Hari Belajar Guru yang memberikan ruang bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensinya melalui komunitas belajar dan forum MGMP. Dukungan tersebut diperkuat melalui pemanfaatan dana BOS dan tunjangan profesi guru.
Dinamika Diskusi Tak Hambat Target
Selama pelaksanaan kegiatan penyusunan modul, Surip memastikan tidak ada kendala berarti yang menghambat proses kerja tim. Meski terdapat dinamika dalam diskusi dan penyusunan materi, seluruh target yang ditetapkan berhasil dicapai sesuai jadwal.
“Alhamdulillah tidak ada masalah. Ada sedikit dinamika, tetapi semuanya berjalan lancar dan output yang ditargetkan sudah tercapai,” katanya.
Di akhir kegiatan, Surip berharap program Mepokoaso TKA dapat menjadi model baru dalam pengembangan inovasi pendidikan di Sulawesi Tenggara. Ia ingin setiap program yang dijalankan ke depan memiliki perencanaan yang matang, mulai dari analisis kebutuhan, penyusunan model, pengembangan modul, uji coba, supervisi hingga monitoring dan evaluasi. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari guru, akademisi perguruan tinggi, PGRI, hingga IGI yang terlibat dalam penyusunan program tersebut.