KENDARI — Insiden tunggal yang terjadi di ruas jalan antara Fakultas Kedokteran dan FMIPA UHO itu menyisakan duka mendalam. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi DT 1987 SE yang dikemudikan HR dan ditumpangi AS diduga kehilangan kendali hingga keluar jalur dan menabrak pohon di tepi jalan kampus.
Akibat benturan keras, kedua korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Kendari untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi AS yang kritis saat dievakuasi tak kunjung membaik.
Benturan Keras di Kepala dan Wajah, Korban Alami Pendarahan
Komandan Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA) sekaligus mahasiswa UHO, Muhammad Matin Adhiddia, yang turun langsung membantu proses evakuasi, mengungkapkan bahwa AS diduga menerima benturan paling keras pada bagian kepala dan wajah.
“Dari kondisi luka yang terlihat, kemungkinan korban menerima benturan keras. Ada memar di area mata dan korban juga harus mendapatkan banyak jahitan di bagian wajah,” ungkap Matin saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).
Sempat Muntah Darah Dua Kali Sebelum Meninggal
Informasi yang diterima Matin dari pihak keluarga menyebutkan kondisi korban sempat menunjukkan gejala mengkhawatirkan selama menjalani perawatan. AS dikabarkan muntah darah sebanyak dua kali sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis malam, setelah menjalani perawatan lebih dari satu hari di rumah sakit.
Nasib Pengemudi: Enam Jahitan di Kepala dan Dipulangkan
Sementara itu, pengemudi mobil berinisial HR dilaporkan dalam kondisi jauh lebih baik. Berdasarkan pantauan Matin di RSUD Kota Kendari, HR mengalami luka di bagian belakang kepala dan mendapatkan sekitar enam jahitan akibat benturan saat kecelakaan.
“Kalau melihat kondisinya saat di rumah sakit waktu itu, seharusnya sekarang sudah keluar rumah sakit,” kata Matin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kecelakaan tunggal di kawasan kampus UHO tersebut. Proses evakuasi kendaraan dan penyelidikan lebih lanjut masih menunggu perkembangan dari aparat setempat.