SULAWESI TENGGARA — Laga di stadion netral berlangsung sengit sejak menit awal. Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir setelah dua kekalahan sebelumnya, justru tampil tanpa beban dan berhasil memimpin lewat gol bunuh diri kiper Maroko, Yassine Bounou, pada menit ke-10. Gol tersebut berawal dari skema serangan balik cepat yang dituntaskan oleh Lenny Joseph, meski bola mengenai punggung Bounou sebelum masuk ke gawang.
Dua Kali Tertinggal, Dua Kali Balik Menyamakan
Ketertinggalan tidak membuat Maroko panik. Achraf Hakimi, yang baru dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika, menjadi motor kebangkitan. Ia menyamakan kedudukan pada menit ke-39 dengan memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Bilal El Khannouss yang ditepis kiper veteran Haiti, Johny Placide.
Namun, Haiti kembali memimpin hanya empat menit berselang. Wilson Isidor melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau Bounou. Lagi-lagi Maroko bereaksi cepat. Kali ini giliran Ismael Saibari yang mencetak gol keduanya di turnamen ini, memanfaatkan umpan tarik Hakimi, untuk membuat skor imbang 2-2 hingga turun minum.
Dua Gol Pemain Pengganti Bawa Kemenangan
Memasuki babak kedua, Maroko meningkatkan tekanan. Placide, yang bermain di laga internasional terakhirnya setelah 15 tahun membela Haiti, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial. Namun, gawangnya akhirnya bobol juga pada menit ke-78. Adalah Soufiane Rahimi, pemain pengganti, yang berhasil membelokkan bola dari situasi sepak pojok yang gagal dibersihkan lini belakang Haiti.
Petaka bagi Haiti datang di menit akhir. Gessime Yassine, pemain berusia 20 tahun yang juga masuk dari bangku cadangan, memastikan kemenangan 4-2 setelah memanfaatkan bola liar. Gol ini sempat diprotes pemain Haiti yang menganggap bola telah keluar lapangan, namun VAR memvalidasi gol tersebut.
Placide Pensiun, Haiti Pulang dengan Kepala Tegak
Kekalahan ini membuat Haiti finis di dasar klasemen Grup C tanpa poin. Meski demikian, penampilan mereka di pertandingan terakhir layak diapresiasi. Kiper Johny Placide, yang menjalani laga perpisahan, mendapat sambutan hangat setelah pertandingan. “Kami tidak menyerah dan menunjukkan karakter,” ujar sang kiper seusai laga.
Bagi Maroko, kemenangan ini tidak cukup untuk merebut puncak klasemen dari Brasil. Mereka harus puas sebagai runner-up dan akan menghadapi juara Grup F, yang masih diperebutkan Jepang, Belanda, atau Swedia, pada babak 32 besar, Senin (5/6) di Houston.