Pencarian

Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik per 1 September, Pertalite dan Biosolar Tetap

Senin, 07 September 2026 • 15:04:01 WIB
Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik per 1 September, Pertalite dan Biosolar Tetap
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Tenggara, Selasa (1/9/2026), saat harga Pertamax Turbo dan Dexlite resmi mengalami kenaikan.

SULAWESI TENGGARA — Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi resmi diberlakukan Pertamina Patra Niaga mulai Selasa (1/9/2026) pukul 00.00 WIB. Produk yang mengalami perubahan adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sedangkan harga Pertamax dan Pertalite tetap bertahan.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai langkah ini masih dalam koridor wajar selama mengacu pada formula yang berlaku. Ia menekankan pentingnya transparansi agar publik memahami struktur pembentukan harga di tengah fakta bahwa lebih dari 60 persen BBM yang dikonsumsi masyarakat masih bergantung pada impor.

Rincian Kenaikan Harga per Liter

Kenaikan paling signifikan terjadi pada Dexlite yang meloncat Rp 4.000 per liter. Berikut daftar lengkap harga terbaru per 1 September 2026:

  • Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter (sebelumnya Rp 18.300)
  • Dexlite: Rp 23.700 per liter (sebelumnya Rp 19.700)
  • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter (sebelumnya Rp 21.150)
  • Pertamax: tetap Rp 15.950 per liter
  • Pertalite dan Biosolar: tidak berubah

Menariknya, Pertamax Green 95 justru baru mengalami penyesuaian keesokan harinya, Rabu (2/9/2026), menjadi Rp 19.150 per liter dari sebelumnya Rp 16.600. Tulus menjelaskan bahwa regulasi menempatkan harga BBM nonsubsidi sebagai domain operator yang merujuk pada Indonesian Crude Price (ICP), kurs rupiah, hingga inflasi.

Efek Domino dan Beban Kelas Menengah

Di balik kewajaran penyesuaian tersebut, Tulus mengingatkan adanya potensi efek domino yang bisa memicu kelesuan ekonomi. Kondisi makro saat ini memang cukup berat bagi kelas menengah, dan mereka tetap harus menerima kenaikan karena pilihan energi alternatifnya terbatas.

Ia mendorong pemerintah, bukan hanya Pertamina, untuk menyiapkan skema mitigasi. Salah satu usulannya adalah memperkuat subsidi transportasi publik massal, khususnya di Jabodetabek.

"Sehingga jika kelas menengah berat dengan pengeluaran BBM-nya untuk transportasinya, maka didorong untuk migrasi pada angkutan umum massal," ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Pengumuman Mendadak untuk Cegah Penimbunan

Soal pengumuman yang dinilai mendadak, Tulus menilai ada pertimbangan tersendiri di balik keputusan tersebut. Ia menyebut pengumuman terlalu awal justru berpotensi memicu praktik penimbunan dan penyalahgunaan di lapangan.

"Yang penting soal basis informasi dan alasan kebijakan itu dilakukan harus absah dan jernih," kata Tulus. Ia juga mengingatkan Pertamina agar menjaga keandalan pasokan BBM, baik yang subsidi maupun nonsubsidi, karena ketersediaan produk merupakan hak paling mendasar bagi konsumen.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks