Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar Cek Kesehatan Gratis terintegrasi dengan pelacakan (tracing) Tuberkulosis (TB) bagi warga Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga. Langkah ini bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan dasar dan memastikan warga yang membutuhkan penanganan dapat terdeteksi serta diobati secara cepat.
KENDARI — Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan Tuberkulosis. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penanganan medis bisa dilakukan, sehingga proses penyembuhan berjalan optimal dan rantai penularan ke warga lain dapat diputus.
“Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula dilakukan penanganan. Ini penting untuk membantu proses penyembuhan sekaligus mencegah penularan kepada orang lain,” kata Amir Hasan di Kendari, Senin.
Layanan Kesehatan Umum Juga Tersedia Gratis
Kegiatan yang menyasar warga Kelurahan Alolama ini tidak hanya fokus pada penanganan spesifik TB. Pemkot Kendari juga menyediakan berbagai layanan pemeriksaan medis umum secara cuma-cuma bagi masyarakat yang datang.
Amir Hasan menjelaskan, program ini merupakan langkah konkret untuk mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah kota berkomitmen memperkuat layanan kesehatan preventif hingga ke tingkat kelurahan.
Mengapa Warga Tidak Perlu Takut atau Malu?
Amir Hasan mengimbau masyarakat agar tidak takut atau malu memeriksakan diri, terutama jika mengalami keluhan batuk berkepanjangan atau gejala kesehatan lainnya. Ketakutan justru dapat memperlambat penanganan dan memperluas risiko penularan di lingkungan tempat tinggal.
“Penanggulangan TB memerlukan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif seluruh lapisan warga,” ujarnya.
Data Kesehatan Warga Akan Lebih Akurat
Melalui tracing terintegrasi ini, petugas kesehatan diharapkan bisa memperoleh data kondisi kesehatan warga secara lebih akurat. Penemuan kasus secara dini memungkinkan intervensi medis dilakukan lebih terarah.
Dengan begitu, risiko penyebaran TB di lingkungan masyarakat dapat ditekan secara signifikan. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Kendari yang sehat dan produktif bagi seluruh warganya.