KENDARI — Rapat kerja Komisi X DPR RI kali ini tidak berlangsung di gedung parlemen Senayan, melainkan di kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Sulawesi Tenggara. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, secara resmi membuka Workshop Bina Talenta yang digelar untuk menjaring masukan langsung dari sivitas akademika terkait RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
“Ya hari ini kami melaksanakan kegiatan di Universitas Halu Oleo. Ini merupakan salah satu kegiatan kedewanan dalam bentuk workshop. Tujuannya yaitu untuk menyerap aspirasi,” kata Lalu Hadrian kepada wartawan usai acara.
Mengapa UHO Dipilih sebagai Lokasi Perdana?
Pilihan menjadikan UHO sebagai lokasi pertama bukan tanpa alasan. Lalu Hadrian mengakui bahwa ketimpangan pembangunan pendidikan antara Pulau Jawa dan daerah lain masih menjadi pekerjaan rumah besar. Menurutnya, RUU Sisdiknas harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan kebijakan yang lebih inklusif.
“Nah, inilah yang menjadi tugas dan PR kami di Komisi X agar ketimpangan ini tidak terus melebar. Bahkan hak bagi setiap warga negara, di mana pun berada, harus kita pertegas melalui RUU Sisdiknas ini untuk memperoleh pendidikan yang sama,” tegasnya.
Ia memastikan forum serupa akan diperluas ke perguruan tinggi lain, termasuk kampus swasta. “Ya hari ini kita baru melibatkan UHO. Tentu ke depan kita akan melibatkan seluruh perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta,” ujarnya.
Aspirasi dari Timur untuk Regulasi Nasional
Workshop ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemendiktisaintek RI, Komisi X DPR RI, dan UHO. Acara dirancang sebagai forum diskusi untuk memperkaya substansi RUU Sisdiknas dengan perspektif dari luar Jawa.
“Hasil workshop nanti, hasil diskusi dari workshop ini tentu menjadi sangat penting bagi kami di Komisi X dalam memperkaya pertimbangan-pertimbangan untuk memutuskan draft RUU tentang Sistem Pendidikan Nasional,” kata Lalu Hadrian.
Para akademisi dan dosen yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan secara langsung. Seluruh masukan tersebut akan dicatat dan dijadikan bahan pertimbangan saat pembahasan RUU memasuki tahap finalisasi di DPR.
Target: Kebijakan yang Berkeadilan untuk Semua Daerah
Melalui rangkaian kegiatan ini, Komisi X DPR RI berharap RUU Sisdiknas yang akan datang tidak hanya menjadi dokumen hukum, tetapi juga mampu melahirkan kebijakan yang berkeadilan. Fokus utama adalah memperkuat pemerataan mutu pendidikan tinggi, khususnya di kawasan timur Indonesia seperti Sulawesi Tenggara.
Dengan menjemput bola langsung ke daerah, para legislator ingin memastikan bahwa suara dari kampus-kampus di luar Pulau Jawa tidak terlewatkan dalam proses legislasi nasional.