SULAWESI TENGGARA — Luas lahan terbakar di Sumatera Selatan mencapai 1.926 hektare dengan sebaran titik panas yang terkonsentrasi di wilayah gambut. Angka ini mendorong pemerintah memprioritaskan Sumsel dalam operasi darurat karhutla nasional yang melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan.
Dukungan Udara dan Alat Berat untuk Wilayah Gambut
Presiden Prabowo memerintahkan pengerahan dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau darat. Teddy Indra Wijaya menegaskan armada udara ini beroperasi untuk menekan perluasan api sebelum mencapai permukiman.
"Mengerahkan 11.567 personel dari berbagai unsur untuk penanganan karhutla," ujar Teddy dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).
Selain personel, pemerintah mengirimkan 20 unit ekskavator sesuai permintaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel. Alat berat ini difungsikan untuk membuat kanal dan sumber air guna membasahi lahan gambut yang rawan terbakar di musim kemarau.
Inovasi Bubuk Ubi dan Peran 1.000 Perwira TNI-Polri
Pemerintah tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Kini tengah dikembangkan inovasi bahan pemadam berbahan baku ubi atau singkong yang disebut "ubi bombing" sebagai alternatif water bombing untuk titik api di area yang sulit dijangkau helikopter.
Presiden juga memerintahkan 1.000 perwira TNI-Polri untuk turun ke masyarakat. Mereka bertugas memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan karhutla, sekaligus memastikan warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran terus bergerak cepat, mengevaluasi setiap kendala di lapangan, dan segera memenuhi kebutuhan tambahan yang diperlukan," jelas Teddy.
Penambahan Sumur Bor dan Embung sebagai Langkah Preventif
Pemerintah menambah sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Infrastruktur air ini diharapkan menjaga kelembaban tanah sehingga api tidak mudah menyebar di musim kering.
Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat karhutla di Sumsel kerap memicu kabut asap lintas batas yang mengganggu aktivitas penerbangan dan kesehatan masyarakat di provinsi tetangga.
"Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, penguatan sarana dan personel, hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas," sambung dia.
Pemerintah menargetkan seluruh titik panas di Sumsel dapat dikendalikan dalam pekan ini. Evaluasi harian dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan logistik dan kebutuhan operasional di lapangan berjalan sesuai rencana.