Pencarian

Escape from Tarkov Kesulitan Cari Player Baru, Nikita Bilang Game Terlalu Keras

Rabu, 26 Agustus 2026 • 13:49:01 WIB
Escape from Tarkov Kesulitan Cari Player Baru, Nikita Bilang Game Terlalu Keras
Nikita Buyanov, game director Battlestate Games, menyampaikan bahwa desain permainan yang keras menjadi penyebab minimnya pemain baru di Escape from Tarkov.

SULAWESI TENGGARA — Escape from Tarkov resmi meninggalkan status early access dan meluncur sebagai versi 1.0 pada tahun lalu. Namun, momen yang seharusnya menjadi pesta bagi Battlestate Games itu berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan: jumlah pemain baru yang mencoba game ini disebut tetap minim.

Nikita Buyanov, game director yang juga pendiri Battlestate Games, buka suara soal masalah ini. Ia menyebut desain Tarkov yang keras dan tanpa kompromi menjadi tembok tinggi bagi gamer yang baru pertama kali mencoba.

Kenapa Tarkov Terasa Menakutkan bagi Pemain Baru?

Menurut Buyanov, masalah utamanya bukan soal grafis atau bug, melainkan kurva pembelajaran yang curam. Pemain baru harus berhadapan dengan mekanik yang kompleks—mulai dari manajemen inventaris, pemahaman peta, hingga duel antar pemain yang bisa berakhir dalam satu tembakan.

“Kami sadar bahwa Tarkov bukan game yang ramah untuk pemula. Ada banyak hal yang harus dipelajari sebelum mereka bisa benar-benar menikmati permainan,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Kondisi ini kontras dengan game extraction shooter lain yang cenderung lebih mudah diakses, seperti Hunt: Showdown atau DMZ dari Call of Duty. Di Tarkov, satu kesalahan kecil bisa membuat pemain kehilangan seluruh perlengkapan yang sudah susah payah dikumpulkan.

Dampak ke Komunitas dan Masa Depan Game

Minimnya pemain baru berdampak langsung pada ekosistem game. Di server Asia Tenggara, termasuk Indonesia, antrean matchmaking di jam-jam tertentu mulai terasa lebih lama dibandingkan masa puncak popularitasnya. Komunitas lokal yang biasanya ramai di forum dan Discord pun mulai sepi.

Battlestate Games sendiri belum mengumumkan langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan ini. Spekulasi di komunitas menyebutkan kemungkinan hadirnya mode latihan yang lebih matang atau sistem matchmaking berbasis level gear, namun semua itu masih sekadar wacana.

Apa yang Bisa Dinantikan Pemain?

Meski bermasalah dengan akuisisi pemain baru, Tarkov tetap punya basis pemain setia yang cukup besar, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Rilis versi 1.0 juga membawa sejumlah penyempurnaan teknis dan konten baru yang disambut positif oleh para veteran.

Untuk pemain Indonesia yang penasaran, Tarkov tetap bisa dicoba — tapi siapkan mental dan waktu ekstra. Game ini bukan tipe yang bisa langsung seru di jam pertama. Justru di situlah daya tariknya: setiap kemenangan kecil terasa seperti pencapaian besar.

Yang perlu dipantau ke depan adalah bagaimana Battlestate Games menyeimbangkan visi keras mereka dengan kebutuhan pasar yang lebih luas. Jika tidak, Tarkov berisiko menjadi game yang hanya dinikmati oleh segelintir pemain elit, sementara yang lain memilih jalan yang lebih ramah.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gamebrott.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks