BUTON TENGAH — Empat desa dan kelurahan di Kabupaten Buton Tengah bakal kedatangan fasilitas perikanan baru. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap mulai merealisasikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menyasar Desa Terapung, Kelurahan Watolo, Desa Lagili, dan Desa Moko.
Dari keempat titik tersebut, tiga lokasi masuk dalam kategori KNMP tipe Penyangga, yakni Desa Moko, Desa Lagili, dan Kelurahan Watolo. Satu lokasi lainnya, Desa Terapung, mendapat tipe HAP yang fasilitasnya lebih lengkap.
Dua Tipe Fasilitas: Penyangga dan HAP
Wakil Sah PPK, Safruddin, menjelaskan pembagian tipe ini menentukan kelengkapan fasilitas yang akan dibangun. Tipe HAP dirancang sebagai pusat layanan terpadu untuk mendukung seluruh rangkaian aktivitas perikanan, mulai dari distribusi, pengolahan, hingga pemasaran hasil tangkapan.
Fasilitas yang disiapkan pada KNMP tipe HAP mencakup cold storage, tempat pelelangan ikan (TPI), shelter nelayan, serta kantor pengelola. Sementara itu, tipe Penyangga lebih fokus mendukung distribusi hasil perikanan dengan fasilitas yang lebih sederhana.
Serah Terima Lokasi Disaksikan Bupati Azhari
Proses serah terima lokasi pekerjaan dari KKP kepada penyedia atau kontraktor dilakukan bertahap. Untuk Desa Moko dan Desa Lagili, serah terima digelar Selasa (25/8/2026) di Kantor Desa Moko dan disaksikan langsung Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si.
Bupati Azhari menyambut baik dimulainya pembangunan KNMP di wilayahnya. Ia menilai program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dukungan Pemkab untuk Ekonomi Biru
Azhari menegaskan KNMP tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor kelautan dan perikanan. Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi biru berbasis transmarine.
"Pemerintah daerah menyambut baik program ini karena menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi kelautan di Buton Tengah," kata Azhari.
Dengan adanya pembangunan di empat lokasi tersebut, pemerintah berharap aktivitas nelayan menjadi lebih produktif. Rantai distribusi hasil perikanan diharapkan semakin efisien sehingga nilai tambah hasil laut bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir Buton Tengah.