SULAWESI TENGGARA — Membandingkan dua produk sereal yang sama-sama mengklaim sehat sering membingungkan karena informasi di kemasan tidak dibaca utuh. Padahal, label pangan olahan memuat nama produk, daftar bahan, berat bersih, Informasi Nilai Gizi, keterangan alergen, tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, hingga nomor izin edar. Berikut panduan membacanya agar pilihan makanan tidak sekadar ikut gambar depan kemasan.
Banyak orang membeli makanan hanya karena tampilan kemasan terlihat sehat, lalu baru sadar ada informasi penting yang terlewat. Label pangan olahan sebenarnya menyimpan data lengkap soal isi produk, mulai dari komposisi hingga aturan penyimpanan. Enam poin berikut membantu kamu membaca informasi itu secara runut.
1. Cek Takaran Saji dan Jumlah Sajian
Angka di Informasi Nilai Gizi selalu dihitung per sajian, bukan per bungkus. Kalau satu kemasan biskuit mencantumkan takaran saji 30 gram dengan 3 sajian per bungkus dan energi 150 kkal per sajian, menghabiskan seluruhnya berarti kamu menyerap sekitar 450 kkal. Jangan langsung melihat angka kalori tanpa mengecek dua data ini lebih dulu.
2. Pahami Isi Informasi Nilai Gizi
Di tabel ini kamu menemukan energi, lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula total, dan natrium. Semuanya diukur berdasarkan sajian yang tercantum. Tidak ada satu angka yang bisa jadi penentu mutlak. Bacalah beberapa informasi sekaligus, lalu sesuaikan dengan kebutuhan harianmu.
3. Jangan Lewatkan Gula dan Natrium
Dua kandungan ini layak dapat perhatian lebih, terutama saat membandingkan produk sejenis. Rasa tidak bisa jadi patokan: makanan yang tidak terasa asin tetap bisa mengandung natrium. Begitu pula gula, jangan cuma mencari kata "gula" di daftar bahan. Lihat angka gula total pada tabel gizi untuk mendapat gambaran utuh. Kalau kamu punya batasan khusus, jadikan informasi label sebagai pertimbangan dan ikuti anjuran tenaga kesehatan.
4. Baca Daftar Bahan Sampai Habis
Bagian ini sering dilewati karena hurufnya kecil dan tulisannya panjang. Padahal, aturan pelabelan pangan mewajibkan bahan dicantumkan berurutan dari jumlah terbanyak ke paling sedikit. Dari urutan itu kamu bisa menebak bahan mana yang dominan. Baca daftar tersebut dari awal sampai akhir, bukan hanya mencari satu bahan yang sedang kamu perhatikan.
5. Jangan Terpaku pada Klaim Depan Kemasan
Tulisan "tinggi serat", "rendah lemak", atau "tanpa tambahan gula" memang menarik perhatian. Anggap klaim itu sebagai informasi awal, bukan dasar tunggal untuk memilih. Klaim pada label pangan olahan punya ketentuan tersendiri. Setelah melihatnya, tetap cek Informasi Nilai Gizi dan daftar bahan. Produk berlabel "tanpa tambahan gula" belum tentu bebas gula sepenuhnya, jadi periksa gula total dan bahan yang dipakai.
6. Perhatikan Persen AKG
Kolom % AKG atau Angka Kecukupan Gizi menunjukkan seberapa besar kontribusi satu sajian terhadap kebutuhan harian. Angka ini memudahkanmu menilai apakah produk tersebut sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan atau justru menyumbang kandungan tertentu secara berlebihan. Bandingkan persen AKG antarproduk sejenis agar pilihanmu lebih tepat.
Membaca label tidak menuntutmu menghitung setiap angka. Cukup tahu informasi mana yang perlu dicek dan bagaimana membacanya secara utuh, maka keputusan belanja jadi lebih cermat.