Pencarian

BNPB Uji Dry Ice Atasi Asap Karhutla, BRIN Jelaskan Cara Kerjanya

Senin, 19 Oktober 2026 • 14:18:31 WIB
BNPB Uji Dry Ice Atasi Asap Karhutla, BRIN Jelaskan Cara Kerjanya
Petugas menyemai dry ice untuk mengurangi kabut asap karhutla yang tertahan di lapisan inversi atmosfer.

SULAWESI TENGGARA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyemai dry ice atau es kering untuk mengurangi kabut asap karhutla yang tertahan di lapisan inversi atmosfer. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan metode ini masih berstatus hipotesis ilmiah yang perlu dibuktikan lewat data pengamatan atmosfer. Efektivitasnya bergantung pada ketebalan lapisan inversi dan kondisi udara saat operasi berlangsung.

Perekayasa Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN Florentinus Heru Widodo menjelaskan, penyemaian dry ice berbeda dari modifikasi cuaca konvensional yang memburu hujan dari awan layak semai. Dalam operasi karhutla, es kering diarahkan untuk menguji kemungkinan perubahan kondisi termal pada lapisan inversi suhu.

Lapisan inversi menjadi penghalang utama penyebaran asap. Udara hangat terperangkap di atas udara dingin, sehingga asap menumpuk dekat permukaan dan awan hujan sulit tumbuh.

Mengapa Asap Karhutla Sulit Hilang

Pada kondisi atmosfer normal, suhu udara menurun seiring bertambahnya ketinggian. Udara hangat di dekat permukaan naik lewat konveksi dan mendukung pertumbuhan awan.

Situasi berbalik saat inversi terjadi. Lapisan udara yang lebih hangat berada di atas udara dingin, menghambat pergerakan vertikal udara. Asap pun terkurung di ketinggian rendah.

"Lapisan inversi ini dapat diibaratkan sebagai penutup yang menghambat pergerakan udara ke atas. Akibatnya, asap dari kebakaran sulit menyebar secara vertikal dan semakin terkonsentrasi di dekat permukaan," jelas Heru, dikutip dari laman resmi BRIN.

Cara Kerja Dry Ice di Lapisan Inversi

Dry ice memiliki suhu sekitar minus 78,5 derajat Celsius. Saat dilepaskan ke atmosfer, bahan ini menyublim dari fase padat menjadi gas sambil menyerap panas lingkungan sekitarnya.

Pendinginan lokal yang dihasilkan diharapkan mengubah perbedaan suhu dan kerapatan udara. Perubahan itu memicu pergerakan udara setempat dan meningkatkan peluang pencampuran udara secara vertikal.

Jika perubahan cukup besar dan atmosfer mendukung, lapisan inversi berpotensi melemah. Udara bergerak lebih bebas dan pertumbuhan awan berpeluang berkembang.

Masih Hipotesis, Belum Terbukti

Heru menegaskan mekanisme pendinginan tersebut baru sebatas hipotesis ilmiah. Pengujian diperlukan untuk memastikan perubahan yang dihasilkan benar-benar cukup melemahkan inversi.

"Penggunaan es kering diharapkan dapat menimbulkan pendinginan lokal dan memengaruhi kestabilan udara pada lapisan inversi. Namun, mekanisme ini masih merupakan hipotesis ilmiah," ujarnya.

Luasnya cakupan lapisan inversi menjadi tantangan tersendiri. Gangguan suhu di satu lokasi belum tentu mengubah kondisi atmosfer secara keseluruhan, terlebih tingkat kestabilan lapisan bisa berbeda antarwilayah.

Data yang Dibutuhkan untuk Membuktikan Efektivitas

BRIN akan menganalisis data pengamatan atmosfer dari instansi pelaksana operasi dan BMKG. Data mencakup profil suhu vertikal, kelembapan, ketinggian dan ketebalan lapisan inversi, serta parameter kestabilan atmosfer.

Pengukuran dapat memakai data radiosonde yang merekam suhu, kelembapan, dan parameter meteorologi pada berbagai ketinggian. Data suhu selama penerbangan juga dipakai untuk mengidentifikasi posisi dan ketebalan lapisan inversi.

Pengamatan sebelum, selama, dan sesudah penyemaian perlu dilakukan sistematis. Setiap perubahan kondisi udara didokumentasikan dan dibandingkan agar klaim efektivitas punya dasar.

Keberhasilan metode dry ice tidak bisa disimpulkan hanya dari perkiraan mekanisme pendinginan. Pembuktiannya menuntut pengamatan lapangan dan analisis data atmosfer yang konsisten.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks