Pencarian

192 Warga Binaan Lapas Kendari Belajar Mengaji, Tutor Sebaya Jadi Andalan

Rabu, 21 Oktober 2026 • 09:16:31 WIB
192 Warga Binaan Lapas Kendari Belajar Mengaji, Tutor Sebaya Jadi Andalan
Warga binaan Lapas Kelas IIA Kendari mengikuti program pembelajaran mengaji sebagai bagian dari pembinaan kerohanian.

KENDARI — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari menjalankan program pembelajaran mengaji untuk meningkatkan kualitas pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sebanyak 192 warga binaan tercatat sama sekali belum memiliki kemampuan dasar membaca Al-Quran sebelum mengikuti program tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Mukhtar menyampaikan hal itu saat ditemui di Kendari, Selasa. Menurutnya, program mengaji menyasar seluruh warga binaan tanpa terkecuali.

"Program mengaji ini merupakan langkah nyata kami untuk memastikan bahwa seluruh warga binaan, tanpa terkecuali, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, memperbaiki diri, dan memperdalam ilmu agama," kata Mukhtar.

Pegawai dan Warga Binaan Mahir Jadi Tutor Sebaya

Proses pembelajaran mengusung konsep kekeluargaan. Lapas melibatkan pegawai serta warga binaan lain yang sudah mahir membaca Al-Quran untuk bertindak sebagai pengajar atau tutor sebaya.

Mukhtar menilai metode tutor sebaya tidak hanya mempercepat proses belajar mengaji. Cara itu juga membina hubungan sosial yang harmonis dan saling mendukung antarwarga binaan di dalam lapas.

"Kami sangat bangga melihat antusiasme para warga binaan yang begitu tinggi untuk belajar. Kehadiran tutor dari sesama warga binaan dan petugas menciptakan suasana belajar yang merangkul, penuh ketenangan, serta mempererat tali silaturahmi," ujarnya.

Bagian dari Pembinaan Kepribadian Bidang Keagamaan

Pengentasan buta aksara Al-Quran disebut sebagai bagian integral dari pembinaan kepribadian di bidang keagamaan. Tujuannya menanamkan nilai-nilai spiritualitas yang kuat pada warga binaan.

Mukhtar berharap semangat mengaji terus terjaga selama masa pembinaan. Pembelajaran Al-Quran diharapkan menjadi fondasi moral dan bekal positif bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap semangat mengaji ini terus terjaga. Pembelajaran Al Quran diharapkan menjadi fondasi moral dan bekal positif yang berharga bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta menjadi pedoman hidup yang baik ketika mereka telah selesai menjalani masa pembinaan dan kembali ke tengah-tengah masyarakat," katanya.

Program mengaji di Lapas Kendari menambah deretan kegiatan pembinaan kerohanian yang berjalan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Kemampuan membaca Al-Quran menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan kepribadian bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks